Home / Makassar

Kamis, 26 Desember 2019 - 19:28 WIB

Faperta UMI Sosialisasi Pembuatan Sumur Resapan

Sosialisasi pembuatan sumur resapan yang dilakukan dosen Faperta UMI Makassar yang dilakukan di depan Kelompok Tani Samatunrue, di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros pada akhir Desember 2019.

Sosialisasi pembuatan sumur resapan yang dilakukan dosen Faperta UMI Makassar yang dilakukan di depan Kelompok Tani Samatunrue, di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros pada akhir Desember 2019.

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam rangka ikut memberikan sumbangsih dalam pengabdian masyarakat, sebagai wujud bagian dari kegiatan belajar mengajar, melaksanakan pelatihan dan sosialisasi cara pembuatan sumur resapan kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu dipelopori oleh dua orang dosen dari Faksultas Pertanian UMI Makassar, yakni Ir Bakhtiar Ibrahim MP dan Ir Anwar Robbo MP yang  melakukan pelatihan dan sosialisasi pembuatan sumur resapan di Kelompok Tani Samatunrue yang beranggotakan 25 orang.

Kegiatan ini merupakan bagian kerja dari program Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UMI Makassar yang  berlangsung di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, yang sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu dan berakhir hingga Desember 2019.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menampung air hujan untuk yang nantinya dipergunakan untuk cadangan air bersih pada musim kemarau, sekaligus juga  bertujuan untuk mencegah banjir di musim hujan.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat kelompok tani, yang dinyatakan oleh Ketua kelompok tani, HM Arief, yang menganggap sosialisasi dan pelatihan pembuatan sumur resapan di masyarakat sangat penting dan bermanfaat.

Dia menilai, dengan adanya kegiatan seperti itu, maka pemahaman masyarakat akan pentingnya konservasi air hujan melalui pembuatan sumur resapan itu, akan mendidik masyarakat untuk bisa memanfaatkan air tanah pada saat musim hujan yang bisa digunakan saat kemarau. Selain itu juga, melalui kegiatan tersebut masyarakat bisa mencegah mencegah datangnya banjir di musim hujan dan juga bisa mengatur waktu panen mereka.

Laporan: H. Manaf

Share :

Baca Juga

Daerah

Andi Mamu Raih Doktor Fisipol Unhas dengan Predikat Cumlaude

Daerah

Pemkab Wajo Gandeng BPK dalam Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Dana Desa

Birokrasi

Tahun 2020, MPP Provinsi Sulsel Hadir dan Pertama di Indonesia

Advertorial

Bupati Wajo Jadi Pembicara Dibedah Buku Rumah Mengapung Suku Bugis

Luwu

Desa Bonto Tengnga Harumkan Nama Sinjai di Tingkat Regional

Makassar

Siswa SD dan SMP di Gowa Ziarah Wisata ke Makam Sultan Hasanuddin

Bone

Banjir di Sidrap, Jalur Lalulintas Tanrutedong Terputus

Makassar

Gubernur Dukung Sulsel Jadi Tuan Rumah HPN 2022