Home / DPRD

Selasa, 5 November 2019 - 13:36 WIB

Harga Cengkeh Anjlok, APPCI: Tutup Import

LINTASCELEBES.COM WAJO – Anjloknya harga cengkeh saat ini dinilai akibat dari penghentian pembelian cengkeh oleh beberapa perusahaan pabrikan, naiknya pajak cukai dan pemerintah membuka import cengkeh.

Imbas itu semua petani cengkeh mengalami kerugian, ditambah lagi biaya produksi petani yang tinggi seperti biaya pemetikan, konsumsi pemetik, biaya pemeliharaan, dan biaya transportasi. Jika biaya produksi yang tinggi dari pada pendapatan bisa membuat petani cengkeh akan beralih mata pencarian lain dan  tanaman cengkeh bisa diganti tanaman yang lain. Apabila situasi ini terjadi cukup lama bisa mengancam kelangsungan komoditas cengkeh di Indonesia.

Padahal komoditas cengkeh merupakan komoditas padat kerja dan komoditas ini salah satu pendapatan utama masyarakat, apabila harga cengkeh murah maka juga mempengaruhi perputaran ekonomi atau pertumbuhan ekonomi. Karena gimana masyarakat mau belanja kalau sumbernya murah.

Ketua Asosiasi Pedagang dan Petani Cengkeh Kabupaten Wajo Elfrianto menghimbau kepada petani jangan jual cengkeh keseluruhan di tahun 2019. Diawal tahun komoditas cengkeh dipasaran sudah mulai menipis diprediksikan akan terjadi kekosongan cengkeh oleh karena itu petani dapat menyimpan hasil cengkehnya agar supaya di tahun depan masih bisa dijual dengan harga yang tinggi.

“Petani saat ini sebaiknya tidak menjual seluruh cengkih yang ada, cukup untuk kebutuhan yang mendesak saja. Karena diawal tahun 2020 nanti, pabrikan akan melakukan pembelian cengkeh dan harga pasti akan naik, harapan bisa mencapai 100 ribu per kilonya,” ujar Elfrianto, Selasa (5/11/2019).

Elfrianto yang juga merupakan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Wajo meminta kepada pemerintah Kabupaten Wajo dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan perhatian yang tinggi kepada petani cengkeh dan meminta ketegasan kepada menteri perdagangan untuk mencabut atau menutup import cengkeh di seluruh indonesia.

“Pemerintah jangan menganaktirikan petani cengkeh berikanlah perhatian yang tinggi dan perlu diketahui import cengkeh sangat menguncang pendapatan ekonomi bagi petani cengkeh di seluruh indonesia, Bagaimana mungkin Indonesia membuka import, sementara produksi dalam negeri sangat mencukupi. Saat ini Indonesia merupakan penghasil cengkeh terbesar di dunia dan juga kualitas nomor satu di dunia. Kenapa harus import,” ujarnya.(Rls)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pimpinan DPRD Wajo Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

Advertorial

Pansus III DPRD Wajo Sosialisasi Evaluasi Retribusi dan Mengidentifikasi Permasalahan Pedagang di Pasar Atapange

Advertorial

Gelar Festival Anak Sholeh, IAIN Pare-pare Dapat Apresiasi dari DPRD Wajo

Advertorial

DPRD Wajo Menerima Ranperda APBD Perubahan untuk Dibahas

DPRD

DPC Demokrat Wajo Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Almarhumah Ani Yudhoyono

Advertorial

DPRD Wajo Paripurnakan Penetapan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan

Daerah

Tolak Rancangan UU Omnibus Law, Puluhan Buruh di Wajo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Daerah

Awal Tahun 2020, Bupati Wajo Lantik 12 Kepala OPD