Home / Artikel

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:01 WIB

Catatan di Hari Pendidikan Nasional

Oleh : Dr Nurhaedah,SE., S.Ak.,M.I Kom.,CPS

LINTASCELEBES.COM — Hari pendidikan yang setiap tahun diperingati pada tanggal 2 Mei disemua sekolah baik tingkat Dasar, Menengah,dan tingkat mahasiswa beserta para guru dan dosen, bukan sekedar seremonial saja tetapi untuk melihat pendidikan dimasa lalu dan sekarang.

Bagaimana Bapak Pendidikan KH Dewantara yang sudah memberikan kontribusi fundamental dalam membentuk sistem pendidikan Indonesia dengan semboyang “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani (di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan).

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesenjangan antar daerah, kualitas guru, dan ketidakmerataan fasilitas belajar. Namun, terdapat juga perkembangan positif, terutama dalam pemanfaatan teknologi.

Teknologi, seperti internet dan e-learning, telah menjadi sahabat baru dalam pendidikan, memungkinkan pembelajaran dari mana saja. Namun, tantangan seperti akses internet yang belum merata masih menjadi kendala.
Selain itu, pendidikan karakter juga menjadi fokus penting, bukan hanya tentang akademis, tetapi juga tentang pembentukan kepribadian yang kuat dan keterampilan soft skill.

Pendidikan di Indonesia tidak lagi terbatas pada sekolah formal saja. Ada banyak pelatihan, kursus online, dan aktivitas lain yang juga memberikan pengetahuan.

Perkembangan teknologi, pendidikan semakin modern dan tidak hanya berkutat pada pelajaran akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan lainnya.

Meskipun telah ada kemajuan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kesenjangan antara daerah, kualitas pendidikan yang belum merata, dan kurangnya sumber daya.

Harapannya, pendidikan di Indonesia akan terus berkembang menjadi lebih merata, berkualitas, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak bangsa. Semangat belajar teruslah menyala untuk masa depan yang lebih baik

Pendidikan, baik secara formal maupun non-formal, seharusnya tidak bisa hanya dibatasi oleh ruang dan waktu. Termasuk, pendidikan tidak dapat hanya dibatasi dengan metode-metode tertentu,

Pendidikan harus dipastikan dan dijamin memperoleh penghayatan karakter positif kebangsaan yang kuat. Bahkan dimulai dari tataran yang sangat sederhana di tengah kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.(*)

Share :

Baca Juga

Artikel

BJ. Habibie sebagai Pemimpin Multi Dimensi

Artikel

Profesi Kita dan Ghibah

Artikel

Ada Apa Dengan Dewan Pers (2)

Artikel

79 Tahun HMI: Dari Kaderisasi ke Demokrasi Etis di Tengah Krisis Keteladanan Politik

Artikel

Pelaksanaan Syarat Sah Sholat Jamak Qhosor

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi

Artikel

PELAKSANAAN KEPEMILUAN YANG UNIK

Artikel

Que Sera Sera