Home / Sulsel

Selasa, 21 April 2026 - 17:57 WIB

Wabup Wajo Tekankan Sinergi Lintas Sektor dalam Musrenbang Penanggulangan Kemiskinan 2027

Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin (DBR), menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026)

Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin (DBR), menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin (DBR), menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026).

​Didampingi Kepala Bappelitbangda Kabupaten Wajo, Muhammad Ilyas, kehadiran Wabup Wajo merupakan bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan strategi pengentasan kemiskinan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Nasional.

​Acara bertajuk “Transformasi Penanggulangan Kemiskinan yang Terintegrasi, Inklusif, dan Berkeadilan” tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman.

​Dalam keterangannya, dr. Baso Rahmanuddin menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat rentan. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penanganan kemiskinan lebih terarah dan berkelanjutan.

​”Target nasional dalam RPJMN 2025–2029 sangat sejalan dengan visi kita, yakni menekankan pada percepatan penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui intervensi terpadu berbasis data,” ujar DBR.

Capaian Positif dan Tantangan ke Depan

Meskipun fokus pada perencanaan masa depan, dr. Baso memaparkan bahwa Kabupaten Wajo memiliki modal yang kuat. Berdasarkan data BPS yang dirilis pada 22 September 2025, Kabupaten Wajo berhasil masuk dalam jajaran lima daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan.

​Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri. Kebijakan ke depan akan tetap difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan produktivitas ekonomi untuk menekan kesenjangan antarwilayah.

​”Kami berkomitmen terus menurunkan angka kemiskinan melalui program-program yang telah dicanangkan. Identifikasi terhadap penyebab dan faktor kemiskinan tetap dilakukan agar perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi, terutama dukungan bagi UMKM, benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman berharap agar Musrenbang tematik ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang berkualitas.

​”Hasil dari forum ini diharapkan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 2027 mendatang,” pungkas Jufri.(rAdv)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kunjungi Dua Kecamatan, Fatma Serukan Perbanyak Sedekah

Sulsel

Bupati Barru Gelar Coffee Morning, Begini Arahannya

Sulsel

Danny Pomanto Bicara Kepemimpinan dengan Mahasiswa Institut Lamaddukelleng Wajo

Sulsel

Buka Musrenbang Kecamatan, Bupati Wajo: 3 Program Prioritas Pembangunan Tahun 2022.

Sulsel

Bersama Bupati Suardi Saleh, Kapolda Sulsel Tinjau Vaksinasi Anak di SD 1 Barru

Sulsel

Pasar Sentral Bulukumba Picu Pro – Kontra, Waketum L-PBB Angkat Bicara

Sulsel

Budi Hastuti: Zakat Harus Dikelola dengan Baik Agar Penyalurannya Berjalan Efektif

Sulsel

Danny Pomanto Globalkan Budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja Lewat Event F8