Home / Sulsel

Senin, 3 Maret 2025 - 20:18 WIB

Perdana Bertugas di Balai Kota Makassar, Munafri Arifuddin Kumandangkan Azan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Zuhur berjemaah perdana di Masjid Rahmatul Ilham, kompleks Balai Kota Makassar, Senin (3/03/2025)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Zuhur berjemaah perdana di Masjid Rahmatul Ilham, kompleks Balai Kota Makassar, Senin (3/03/2025)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Zuhur berjemaah perdana di Masjid Rahmatul Ilham, kompleks Balai Kota Makassar, Senin (3/03/2025). Ini menjadi salat perdana Munafri di Balai Kota setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri tidak hanya ikut berjemaah, tetapi juga bertindak sebagai muazin dengan mengumandangkan azan Zuhur. Para pegawai lingkup Pemerintah Kota Makassar turut mengikuti salat berjemaah bersama orang nomor satu di Makassar itu.

Usai salat, Munafri menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jemaah. Dia menegaskan bahwa jabatan yang disandangnya saat ini hanya bersifat simbol duniawi dan tidak perlu dibawa saat berada di masjid.

“Saya ingin menyampaikan pada hari ini sedikit pesan kepada kita semua bahwa saya pertama kali hari ini secara resmi masuk ke balai kota ini dengan jabatan wali kota Makassar. Jabatan ini hanya sebuah simbol duniawi. Jadi, tolong simbol-simbol ini ditanggalkan ketika kita ada di masjid,” ujar Munafri.

Selain menjadi tempat ibadah, Munafri juga berharap masjid bisa menjadi ruang diskusi yang bermanfaat bagi pegawai di sela-sela waktu salat. Dia menginginkan masjid digunakan untuk aktivitas yang positif, bukan sekadar tempat beristirahat saat jam kerja.

“Ke dua, masjid ini harus kita pakai sebagaimana benar-benar masjid. Bukan cuma untuk melaksanakan kegiatan ibadah tapi juga di masjid ini kita akan gunakan sebagai tempat berdiskusi di sela-sela kita telah melaksanakan salat-salat fardhu kita,” katanya.

“Dan saya berharap masjid ini bukan dijadikan tempat untuk sembunyi, atau pelarian, atau tempat untuk berleha-leha pada saat semua orang bekerja,” imbuh Munafri.

Lebih jauh, dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan masjid. Dia meminta kepada seluruh jemaah agar tidak meninggalkan sisa kotoran, terutama di area tempat wudu dan toilet.

Kebersihan masjid, menurut Munafri, menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan. Dia tidak ingin kenyamanan beribadah terganggu akibat debu atau bau tidak sedap di dalam masjid.

“Ke tiga, saya akan sangat memperhatikan kebersihan masjid. Jadi tolong masjid ini betul-betul dijaga kebersihannya, terutama tempat wudhu dan toiletnya. Jangan sekali-kali tinggalkan bekas apapun. Marbot yang bertugas, perhatikan kebersihan toilet dan tempat wudu,” tegasnya.

Dia juga menegaskan bahwa masjid harus memberikan kenyamanan bagi jemaah, termasuk dalam aspek kebersihan karpet dan udara di dalamnya.

“Kebersihan, wangi, itu yang menjadi hal utama di masjid,” kata Munafri.

Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pegawai untuk aktif melaksanakan salat berjemaah di masjid. Dia menilai kebiasaan ini penting untuk memperkuat nilai spiritualitas sekaligus mempererat hubungan antarpegawai Pemkot Makassar.

“Jadi tolong, ini diperhatikan, lakukan kegiatan ibadah ini secara bersama-sama, salat jemaah merupakan hal yang sangat penting untuk kita semua,” pungkasnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Panen Raya di Gowa, Sulsel Sukses Tangani Dampak El Nino

Sulsel

HUT Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu, Wabup Wajo Sebut Perempuan Punya Peran Penting

Sulsel

Operasi Pasar Murah di Pekan Pertama Ramadhan, Disdag Makassar Siapkan 1.000 Paket Sembako

Sulsel

Ketua TP PKK Makassar, Ajak Pedagang Ikut Kelola Sampah

Sulsel

Pjs Wali Kota Makassar Resmi Buka Makassar Sports Eight (S8) 2024

Sulsel

Doa Bersama, Pemkot-Forkopimda Gelar Sholat Ghaib di DPRD

Sulsel

Exit Meeting dengan BPK RI Dalam Kemudahan Investasi, Pemkot Siapkan Mal Pelayanan

Sulsel

Inovasi Baru, Kini Bayar Air PDAM Bisa E-money, Bank hingga Pegadaian