Home / Pendidikan

Sabtu, 15 Februari 2025 - 19:54 WIB

Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online, Majelis Taklim SD Plus Al-Ashri Hadirkan Pakar

Majelis Taklim (MT) SD Plus Al-Ashri mengadakan pertemuan rutin di Mushalla Al-Ashri, Jl. Regency Barat, Telkomas, Makassar, Sabtu (15/2)

Majelis Taklim (MT) SD Plus Al-Ashri mengadakan pertemuan rutin di Mushalla Al-Ashri, Jl. Regency Barat, Telkomas, Makassar, Sabtu (15/2)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Majelis Taklim (MT) SD Plus Al-Ashri mengadakan pertemuan rutin di Mushalla Al-Ashri, Jl. Regency Barat, Telkomas, Makassar, Sabtu (15/2). Dalam pertemuan ini, para orang tua dan wali murid mendapatkan edukasi mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang semakin marak terjadi.

Sebelum sesi sosialisasi KBGO, Ketua Majelis Taklim sekaligus Ketua Komite Sekolah SD Plus Al-Ashri, Dewi Hastuty Sjarief, SKM., M.Hum, menyampaikan sejumlah rencana program di bulan suci Ramadhan 1446 H. Selain itu, ia juga mengusulkan adanya waktu rehat siang atau qoilullah bagi siswa SD Plus Al-Ashri guna mendukung keseimbangan belajar dan istirahat mereka.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pengurus Majelis Taklim SD Plus Al-Ashri, di antaranya Wakil Ketua dr. Andi Wiwin, Sekretaris Eka Ari Widya, S.Kom, dan Bendahara Rizki Amaly, ST. Hadir pula pengurus bidang lainnya seperti Hj. Nursam Hainur, S.Sos (Bidang Diklat dan Dakwah), A. Tenri Waru Kusuma, SP., MM serta Hj. Mirnawati Amin, SE (Bidang Humas dan Jaringan Sosial). Selain itu, Kepala SDIT Al-Ashri, Masdia, S.Pd., guru-guru, serta orang tua dan wali murid juga turut berpartisipasi.

KBGO: Ancaman Nyata yang Harus Diwaspadai

Sesi sosialisasi KBGO menghadirkan Fauziah Erwin, S.H., M.H., Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan advokat publik berpengalaman dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, perempuan, dan difabel.

Dalam pemaparannya, Fauziah menegaskan bahwa KBGO bukan hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara maju. Ironisnya, pelaku tidak selalu berasal dari orang asing, tetapi sering kali justru dari lingkungan terdekat korban.

“Kekerasan ini adalah dampak negatif dari kemajuan teknologi. Tidak peduli usia, latar belakang, suku, agama, atau tingkat pendidikan—semua bisa menjadi korban. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus memiliki ‘radar tinggi’ untuk membaca situasi dan melindungi anak-anak kita,” ujar Fauziah.

Sosialisasi ini memberikan banyak wawasan bagi peserta, terutama dalam memahami tanda-tanda KBGO serta langkah pencegahannya. Kepala SDIT Al-Ashri, Masdia, S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan.

“Terima kasih kepada pengurus Majelis Taklim atas kegiatan hari ini. InsyaAllah sangat bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua lebih waspada dan aktif dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka, sehingga dapat meminimalisir risiko menjadi korban KBGO. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Bunda PAUD Makassar Sambangi Dua Sekolah Tinjau Implementasi Hasil Studi Tiru

Pendidikan

Progres yang Baik Dalam Bidang Pendidikan, Disdikpora Selayar Boyong Kasek SD Studi Tiru di Wajo

Pendidikan

SD Annur Yapis Kota Sorong Menuju Sekolah Model

Pendidikan

A. Jefrianto Asapa: PTM Terbatas Masih Diberlakukan di Sekolah

Advertorial

Buka Muscab Pemuda Pancasila, Sekda Wajo: Buat Kegiatan yang Mencerminkan Nilai Pancasila

Pendidikan

Penataan Pola Kerja dan Evaluasi, Kunci Keberhasilan Korwil Disdikbud Kecamatan Tempe Raih Juara Umum Lomba Literasi

Pendidikan

Lantik Pengurus MKKS SMP, Bupati Wajo Harapkan Menjadi Wadah Pengembangan SDM Tenaga Pendidik

Kesehatan

Ini Upaya Pemda Wujudkan Perlindungan dan Kesejahteraan Anak di Sinjai