Home / Sulsel

Selasa, 25 Juni 2024 - 16:06 WIB

Antisipasi Dampak Kekeringan Air Baku, PDAM Makassar Turunkan 3 Pompa Suplesi di Bendung Leko Pancing

Direktur Teknik PDAM Makassar, Asdar Ali didampingi Kabag Humas, Idris Tahir menyaksikan penurunan Pompa Suplesi di Bendung Leko Pancing, Selasa (25/06/2024)

Direktur Teknik PDAM Makassar, Asdar Ali didampingi Kabag Humas, Idris Tahir menyaksikan penurunan Pompa Suplesi di Bendung Leko Pancing, Selasa (25/06/2024)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Kota Makassar memasuki musim kemarau sebagaimana prediksi dari BMKG, salah satu fenomena yang sering dialami saat musim kemarau yaitu kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih di masyarakat.

Tak ayal, kondisi tersebut juga membuat sumber air baku Perumda Air Minum Kota Makassar di Bendung Leko Pancing juga mengalami penurunan debit yang mengakibatkan gangguan pelayanan di utara dan timur kota.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan air baku dari Bendung Leko Pancing tersebut, Selasa (25/6/2024) Perumda Air Minum Kota Makassar menurunkan 3 pompa suplesi (2 pompa kapasitas 600 liter per detik dan 1 pompa kapasitas 300 liter per detik).

Pompa suplesi tersebut akan dipasang di Sungai Moncongloe guna menambahkan debit air baku yang menutupi kekurangan air dari Bendung Leko Pancing. Utara dan timur kota menjadi target utama efektivitas pompa yang selama ini tiap musim kemarau mengalami kesulitan air bersih.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar, Asdar Ali, yang secara langsung menyaksikan proses penurunan dan pemasangan pompa tersebut menyampaikan bahwa pemanfaatan aliran Sungai Tallo ini setiap tahun dilakukan apabila air baku dari Leko Pancing sudah mulai berkurang.

“Sebagai pelayan, kita harus memberikan yang maksimal kepada pelanggan, walaupun kondisi ini tidak semaksimal jika air baku cukup (aliran dari Leko Pancing dalam kondisi hujan),” ucapnya.

Asdar menambahkan bahwa hambatan yang dialami jika terjadi pasang air laut karena kadar klorida meningkat sehingga harus menunggu hingga kadar klorida kembali dalam ambang normal. Selain itu, operasional tambahan dalam pengoperasian pompa suplesi tersebut juga tinggi.

“Untuk bahan bakar saja, kita memerlukan sekitar 5.000 liter solar dalam jangka waktu 5 hari sementara kita tahu sendiri harga solar untuk industri berbeda dengan harga masyarakat biasa ,” tambahnya.

Pompa tersebut rencanya akan di uji coba tanggal 28 juni mendatang dan diharapkan bisa efektif beroperasi agar bisa menambah debit air baku. Terakhir, Asdar juga menyampaikan harapan agar masyarakat senantiasa memberikan dukungan kepada pihaknya dalam melakukan pelayanan optimal.

“Sabar-sabarki, mohon dukungan semua pelanggan, hemat-hematki menggunakan air di musim kemarau ini,” tutupnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kordiv PP Datin Bawaslu Wajo Bimtek Singkat Panwascam Maniangpajo Terkait Penanganan Pelanggaran Pemilu

Advertorial

Guru Honorer Aspirasi  ke DPRD Wajo Terkait Status PPPK

Halo Polisi

Mutasi Polri, Kapolda Sulsel dan Sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel dan Kapolres Berganti

Sulsel

Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Gelar Upacara Pengibaran Bendera Peringati HUT ke-78 RI

Advertorial

DPRD Wajo Dukung Penuh Modernisasi Layanan Kesehatan di Desa Lempa

Sulsel

Sambut dan Meriahkan HUT RI ke- 79, Pemerintah Kecamatan Tempe Gelar Berbagai Lomba Antar Staf

Sulsel

Adnan Purichta Lepas 1200 Pelari Di Acara Event Gowa Run 10K 2022

Sulsel

Pemkot Makassar Peringati Hari Lingkungan Hidup Nasional, Lewat Aksi Nyata