Home / Sulsel

Rabu, 22 Mei 2024 - 18:09 WIB

Danny Pomanto Diskusi Bersama Menteri Tito dan AHY tentang Kebijakan Pemda Terhadap Air di 10th WWF 2024

Wali Kota Makassar, Ir. Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto berpartisipasi dalam 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali

Wali Kota Makassar, Ir. Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto berpartisipasi dalam 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali

LINTASCELEBES.COM BALI — Wali Kota Makassar, Ir. Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berpartisipasi dalam 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali dengan tema Local and Regional Governments champion transformative action in a pivotal moment of the global political agenda.

Mendagri Tito mengatakan sesi hari ini mendiskusikan mengenai peran pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam manajemen air.

Tito katakan jikalau bicara tentang kerja sama antar negara maka akan mempengaruhi sistem politik yang ada di pemerintahan masing-masing.

Karena ada yang menerapkan sistem demokrasi, otoritarian, ada juga desentralisasi penuh, sentralisasi, dan lainnya sehingga akan dinamis.

Tetapi air sendiri tidak mengenal sistem itu. Makanya, saran Tito masing-masing harus membagi tugas.

“Yang penting di-treat mau jadi kawan atau lawan. Nah kita mau jadikan air kawan jadi kita bagi tugas. Peran pusat, provinsi juga kabupaten kota,” kata Tito pada sela-sela konferensi pers usai acara di Hotel BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu 22 Mei 2024.

Dari pengalaman Indonesia dan pengalaman dari negara-negara lainnya, mantan Kapolri ini menuturkan perlu membuat semacam join declaration dan guidance bagi pemerintah-pemerintah daerah.

Guidance itu ada beberapa poin, mengenai masalah pendidikan, perencanaan, planning dan budgetingnya, serta isu-isu air lainnya.

Lalu air juga bukan sebagai musuh sebagaimana terjadinya bencana banjir, kekeringan dan lainnya. “Diharapkan masukkan ini jadi pertimbangan,” jelasnya.

Sementara perihal usulan adanya kelembagaan air, itu menjadi salah satu pertimbangan. Lantaran dirinya bukan wewenang di dalamnya.

Apalagi melihat berkembangnya jumlah penduduk dunia, sementara jumlah energi atau makanan dan air terbatas.

Sedangkan, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan gagasan itu perlu disampaikan lebih dalam melihat dari pentingnya upaya integrasi, sinkronisasi urusan manajemen air dari tingkat pusat sampai ke tingkat paling bawah.

Apalagi ini bukan yang pertama lantaran ada sejumlah negara yang terlebih dahulu mendirikan institusi seperti ini.

Oleh karena itu, bukan saja menambah badan kewenangan baru, badan air nasional atau apapun namanya diharapkan bisa menjadi wadah bagi penataan manajemen air untuk menghadapi krisis air cepat atau lambat.

“Tetapi sekali lagi saya tidak punya kewenangan hanya menyampaikan ini ke forum internasional. Bisa kita diskusikan lagi jika ada nilai baik dan positif,” tutupnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pj Gubernur Bahtiar dan Ketua PKK Sofha Marwah Senam Pagi Bareng Pegawai Lingkup Pemprov Sulsel

Sulsel

Sekda Asahan Pimpin Tim Safari Ramadhan Kunjungi Desa Tanjung Asri

Sulsel

Serahkan LKPD 2021 ke BPK, Wali Kota Danny Harap Makassar Bisa Pertahankan Nilai

Sulsel

Dompet Dhuafa Sulsel dan Puskesmas Tamamaung Gelar Demo Masak Pangan Lokal TKTP

Advertorial

Penandatanganan Perjanjian Kinerja Kepala OPD dan Camat, Bupati Wajo Ingatkan Capaian Target Kinerja

Sulsel

Wujud Empati, Kapolsek Penrang Serahkan Bantuan Sembako bagi Korban Kebakaran

Sulsel

SMPN 6 dan SMPN 3 Jadi Magnet Pendaftar SPMB 2026, Tim Verifikasi Diperkuat

Sulsel

Pemkot Makassar Akan Bangun 3 Proyek Fisik di Dinas Kesehatan