Home / Pendidikan

Selasa, 4 April 2023 - 08:28 WIB

Tips Semangat Belajar di Bulan Puasa bagi Mahasiswa ala Ketua Diktilitbang Pengurus Pusat Muhammadiyah

LINTASCELEBES.COM SURABAYA — Ramadhan mewajibkan umat muslim untuk berpuasa mulai dari adzan subuh di dini hari, hingga adzan maghrib di malam hari. Kewajiban puasa ini tak jarang dianggap menurunkan stamina seseorang. Tak terkecuali bagi sebagian mahasiswa dan pelajar yang merasa lelah karena tetap harus berkuliah dan bersekolah selama bulan puasa.

Prof. Dr. Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (Diktilitbang) Pengurus Pusat Muhammadiyah mengajak mahasiswa untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Ramadhan sebagai bulan yang penuh ampunan dan berkah, justru seharusnya dijadikan waktu untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dan hal positif. Termasuk menambah semangat untuk belajar.

“Istilahnya bulan puasa adalah bulan belajar, justru harus meningkatkan semangat, baik ilmu agama maupun ilmu bermanfaat,” kata Prof Bambang dalam Webinar Komunitas SEVIMA, Jum’at (31/03) lalu.

Prof. Bambang yang kini juga memimpin kampus Muhammadiyah di ibukota baru, yaitu Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, juga mengingatkan puasa jangan menjadi alasan bagi mahasiswa untuk bermalas-malasan. Justru mahasiswa harus lebih bersemangat untuk mencari ilmu agar mendapatkan berkah yang berlipat ganda.

“Melakukan aktivitas perkuliahan itu tidak boleh mengeluh karena bukan termasuk pekerjaan kasar dan berat. Jadi tetap semangat dan bahkan bulan puasa itu bulan untuk belajar,” pesannya.

Lalu bagaimana mahasiswa bisa tetap semangat berkuliah sambil berpuasa? Prof. Bambang memberikan tips menjalani bulan Ramadhan bagi mahasiswa untuk meraih berkah sebanyak-banyaknya di Webinar Komunitas SEVIMA. Berikut tiga tipsnya:

1. Perbanyak belajar sembari menunggu berbuka puasa*

Menurut Prof Bambang mahasiwa harus memperbanyak belajar saat bulan Ramadhan. Manfaatkan waktu-waktu luang seperti menjelang buka puasa, atau biasa disebut sebagai waktu ngabuburit, untuk belajar. Karena ilmu yang bermanfaat jika dipelajari bisa menjadi pahala bagi umat muslim.

Ketika otak digunakan untuk belajar, maka secara otomatis pelajar juga disibukkan dengan aktivitas positif sehingga dapat melupakan pikiran yang distraktif atau mengganggu. Bahkan tak menutup kemungkinan pula, bisa melupakan lapar dan dahaga karena sibuk belajar. Hasilnya belajar tidak hanya meningkatkan pahala seseorang, tapi juga memperkuat kemampuan puasa dan iman.

“Kalau mahasiswa, belajar di tempat ber-AC, harus puasa, tetap semangat, dan bahkan jadikan bulan puasa itu sebagai bulan belajar. Sambil ngabuburit, baca-baca. Belajar bukan termasuk kerja kasar dan kerja berat, malah justru meringankan puasa,” ucapnya.

2. Perbanyak baca Al-Qur’an dan ibadah

Jangan melewatkan waktu jika ada kesempatan untuk membaca Al-Qur’an , bahkan jumlahnya bisa ditingkatkan lagi. Membaca Al-Qur’an menurut Prof Bambang dapat meningkatkan semangat dan rasa syukur seseorang.

“Kalau biasanya membaca Al-Qur’an 10 halaman, saat Ramadhan ditingkatkan jadi 20 halaman, sambil ngabuburit baca Alquran. Nantinya ketika baca Al-Qur’an saja berjalan dengan baik, belajar juga pasti berlangsung dengan baik,” ujarnya.

3. Perbanyak sedekah dan perhalus budi pekerti

Prof. Bambang Setiaji yang juga Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan ini juga mengingatkan kepada umat muslim, khususnya mahasiswa agar lebih dermawan saat bulan Ramadhan. Karena satu kebaikan yang dikerjakan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Dengan banyak sedekah dan memaknai puasa, para pelajar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Sekaligus lebih banyak bersyukur, karena masih banyak anak muda di luar sana yang ingin belajar namun mungkin belum memperoleh kesempatan tersebut karena masalah biaya maupun lainnya.

Menyitir hadist yang diriwayatkan Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam Zad al-Ma’ad, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan bagaimana baginda Nabi lebih banyak lagi melakukan kebaikan di Bulan Ramadhan. eliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf. Mahasiswa perlu meneladani contoh Nabi Muhammad tersebut.

“Mahasiswa marilah menjadi dermawan. Kalau mahasiswa misalnya belum punya uang lebih, untuk menjadi dermawan, bisa diganti dengan membantu masyarakat, meringankan beban orang tua dan keluarga, salah satunya dengan cara rajin belajar, itu bisa menjadi sedekahnya. Intinya berbuat baik dengan sesama, dengan demikian kita akan bisa memahami nikmatnya berkah belajar,” pungkas Bambang Setiaji.(Rls)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Wajo Lantik Pengurus IKA SMPN 1 Tanasitolo

Pendidikan

Mobil Listrik Buatan SMKN 2 Pangkep, JIPAND Diresmikan di Upacara 78 Tahun Kemerdekaan RI

Pendidikan

Tiga Tahun Kepemimpinan Duo Amran, 2.740 Penerima Nikmati Program Beasiswa Gerbang Pammase

Advertorial

Pembukaan Porseni VI PGRI Sulsel, Amran Mahmud Terima Penghargaan Jasa dan Dukungan Kepada Guru

Daerah

Sekda Wajo: MTQ Diharapkan Ada Nilai Agama dan Religius Tertanam Ditengah Masyarakat

Pendidikan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dua Amran (II), Gas Poll Siapkan SDM Bermutu, dan Ciptakan 10 Ribu Entrepreneur

Pendidikan

Suardi Saleh Buka Raker IKA PPSP IKIP Ujung Pandang di Pulau Dutungan

Bone

Kementerian Koperasi dan UKM RI Dorong Pengembangan KUMKM di Sulsel