Home / Sulsel

Kamis, 9 Februari 2023 - 16:29 WIB

Warga Terbantu Operasi Pasar Murah, Danny: Jangan Ada Sembako Mahal

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto tinjau langsung pelaksanaan Operasi Pasar di Kontainer Makassar Recover di Jalan Kandea Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala, Kamis (09/02/2023)

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto tinjau langsung pelaksanaan Operasi Pasar di Kontainer Makassar Recover di Jalan Kandea Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala, Kamis (09/02/2023)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan bahwa dirinya tidak bakal membiarkan harga sembako di Makassar mahal.

Pasalnya, inflasi seringkali bermula pada naiknya harga-harga bahan pokok. Olehnya, dengan adanya program Operasi Pasar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar maka sangat membantu menstabilkan harga dan menekan inflasi.

“Intinya tidak akan ada harga yang naik di pasar, kalau tidak kita akan operasi di sini. Masyarakat diharamkan mendapatkan komoditi yang mahal,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto di sela-sela meninjau secara langsung salah satu lokasi Operasi Pasar Murah di Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Bontoala, Kamis, (9/02/2023).

Apalagi, harga yang diterapkan dalam operasi pasar ini terjangkau, disubsidi. Ia memisalkan, jika Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 Ribu maka dijual Rp 13 Ribu, sementara di pasaran harganya mencapai Rp 16 Ribu dari situ sudah ada margin Rp 3 Ribu. Makanya masyarakat sangat diuntungkan dengan pola seperti itu.

Meski masih ada kendala-kendala yang didapat di lapangan, tetapi, kata dia, itu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi kedepannya. Ditambah lagi, baru sehari pelaksanaannya.

“Pasar Murah di masing-masing kelurahan sudah dimulai. Memang masih banyak hal yang perlu dibenahi seperti keluhan waktu dan volume komoditi. Tetapi, Insya Allah pekan depan kita mulai dengan volume cukup banyak, tambah menjadi 100 kemasan beras, gula, minyak goreng,” jelas dia.

Termasuk, jika ada penambahan maka pihaknya akan mengundang swasta untuk berpartisipasi ikut bersama-sama mengadakan pasar murah.

Disinggung apakah ada penambahan komoditi lain? Ia mengaku tergantung monitoring harga komoditi yang naik di pasaran. “Kita ada aplikasi Sembakota, dari situ ada informasi apa yang mengalami kenaikan maka kita akan jual di sini,” jawabnya.

Ina seorang warga Jalan Kandea mengatakan dirinya dan keluarga sangat terbantu dengan program Wali Kota Makassar dan jajarannya.

“Iya, sangat terbantu karena beda harganya di pasar sama di sini. Lebih murah di sini,” kata Ina yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

Tidak hanya Ina, tidak jauh dari situ, Salmawati juga menuturkan hal yang sama. Di tangannya ada KTP dan KK sebagai syarat pembelian produk operasi pasar ini.

Ditanya apa yang ingin dia beli, ia menjawab beras dan gula. “Ini lagi antri beli beras dan gula. Saya bawa KTP untuk dikasih lihat ke petugas nanti,” jawabnya.

Memang, untuk meminimalisir pengulangan pembelian pihak kelurahan menerapkan aturan tersebut agar tidak double.

Ina, Salmawati dan ibu-ibu lainnya pun bersorak gembira ketika Danny Pomanto mengajak mereka berbincang. “Cocokki toh (kebijakan ini),” tanya Danny Pomanto. “Cocokki,” disambar riuh dan tepuk tangan warga setempat.

Dengan langkah ini, Pemkot Makassar sendiri menargetkan angka inflasi turun di bawah 5 persen. (Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Alhamdulillah! Kota Makassar Terima Penghargaan TP2DD 2023 Kota Terbaik dan Program Unggulan P2DD Terbaik

Sulsel

Kominfo Tunjuk Makassar Tuan Rumah KIM Fest 2024, Pemkot Matangkan Persiapan

Sulsel

Tekan Inflasi dan Dukung Petani, TPID Makassar Gelar FGD Kolaboratif

Sulsel

DPRD Kabupaten Wajo dan Pemkab Sepakati KUA dan PPAS Tahun 2024

Sulsel

7 Negara Dijadwalkan Akan Ramaikan Makassar Open Softball Tournament

Advertorial

Wajo Terapkan WFH Seminggu Sekali, ASN Tetap Wajib Jumat Bersih

Sulsel

Sekda Makassar Lantik 259 Pejabat Fungsional

Sulsel

Wali Kota Munafri Minta Dispar Gagas Event Spektakuler yang Libatkan Masyarakat Kecil