LINTASCELEBES.COM SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Talawe sukses menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk MAPPACCING: Edukasi Pencegahan Penyakit Gatal melalui Penerapan Personal Hygiene pada Sabtu (25/7/2026).
Berpusat di Pondok Pesantren Nurul Azhar, Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kegiatan ini diikuti oleh 65 santri tingkat MTs dan MA yang terdiri dari 22 santri laki-laki dan 43 santri perempuan dengan antusiasme tinggi.
Program edukasi di bawah bimbingan Supervisor Dr. Ria Rezeki Sudarmin, S.K.M., M.Kes. ini dirancang berdasarkan temuan kondisi di lapangan. Penanggung jawab kegiatan, Arjun, mengungkapkan bahwa data Pustu dan Poskesdes Desa Talawe Tahun 2024 mencatat keluhan gatal termasuk ke dalam sepuluh besar kasus kesehatan terbanyak di masyarakat.
“Lingkungan pondok pesantren yang bersifat komunal memiliki risiko penularan penyakit kulit yang lebih tinggi apabila personal hygiene tidak diterapkan secara optimal. Melalui MAPPACCING, kami ingin memberikan pemahaman mendalam sekaligus langkah pencegahan yang konkret,” ujar Arjun.
Selama kegiatan, para santri mendapatkan materi komprehensif mengenai definisi penyakit gatal, pola penularan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di asrama, larangan penggunaan barang pribadi secara bergantian, hingga langkah praktis menjaga kebersihan diri.
Untuk memastikan materi tersampaikan secara efektif, tim mahasiswa KKN-PK Unhas mengemas edukasi secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi menggunakan media presentasi visual, gim edukatif, sesi diskusi, tanya jawab, serta pembagian stiker edukatif MAPPACCING sebagai pengingat kebiasaan hidup bersih sehari-hari.
Langkah intervensi kesehatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Azhar menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian mahasiswa Unhas. Menurutnya, edukasi personal hygiene sangat vital untuk membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat santri sejak dini, sekaligus menekan risiko penularan penyakit kulit di lingkungan asrama.
Keberhasilan program ini dibuktikan melalui hasil evaluasi post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Terjadi peningkatan jumlah jawaban benar secara drastis dibandingkan saat pre-test, yang menandakan materi dapat diserap dengan baik oleh para santri.
Melalui keberhasilan program MAPPACCING ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Unhas berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri dapat terus diterapkan secara konsisten, sehingga mampu menciptakan lingkungan Pondok Pesantren Nurul Azhar yang lebih sehat dan bebas dari penyakit kulit secara berkelanjutan.(r)











