Home / Wajo

Selasa, 21 September 2021 - 12:42 WIB

LPP Bone-Unicef Gelar Analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak di Wajo

kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo Andi Pallawarukka, mewakili Bupati Wajo menghadiri dan membuka Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak

kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo Andi Pallawarukka, mewakili Bupati Wajo menghadiri dan membuka Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak

LINTASCELEBES.COM WAJO — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo Andi Pallawarukka, mewakili Bupati Wajo menghadiri dan membuka Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak.

Analysis Bottleneck Pencegahan Perkawinan Anak “Program Berani” yang di Aula Pertemuan Hotel Sermani Sengkang, Selasa, 21 September 2021 dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone kerjasama dengan UNICEF dan digelar selama 2 hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala UNICEF Perwakilan Wilayah Sulawesi Maluku Hengky Wijaya dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Prov Sulsel, Hj. Fitriah Zainuddin. Selain itu juga dihadiri secara virtual oleh Perwakilan Kedutaan Besar Kanada, Novi Anggraini

Kepala Bappelitbangda Andi Pallawarukka menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada UNICEF yang telah memilih Kabupaten Wajo dalam Analysis Bottleneck Pencegahan Perkawinan Anak. Pasalnya Wajo merupakan urutan ke II angka perkawinan anak.

“Kegiatan Analysis Bottleneck ini sangat dibutuhkan untuk bagaimana mengentaskan perkawinan anak di Bumi Lamaddukkelleng ini,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan perkawinan anak usia dini ini langsung menyentuh tiang negara. Karena permasalahan ini menjadi ancaman bagi keluarga. Kalau keluarga lemah jangan harap negara bisa kuat. Pasalnya salah-satu penyebab terjadinya perkawinan anak karena keluarga lemah. “Dalam mencegah perkawinan anak harus diikuti kemapuan membentuk keluarga yang baik,” ungkapnya.

Pallawarukka mengharapkan, Analysis Bottleneck selama dua hari kedepan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk bisa meminimalisir dan bahkan mencegah perkawinan anak dibawah umur.

Sementara, Kepala UNICEF Perwakilan Wilayah Sulawesi Maluku Hengky Wijaya mengungkapkan, kalau memilih Kabupaten Wajo, karena tingginya angka perkawinan anak.

Hengky Wijaya menyebutkan bahwa, berdasarkan data tahun 2019, angka perkawinan anak di Wajo tinggi mencapai 24 persen. Sementara rata-rata angka perkawinan anak Susel hanya 12 persen.

“Untuk mencegah dan mengantisipasi perkawinan dini, Pemprov sejak 2018 telah mengeluarkan Pergub terkait dengan pencehana perkawinan anak,” ujarnya.

Hengky mengharapkan melalui analysis Bottleneck, ada solusi yang bisa dihasilkan untuk bagaimana angka perkawinan anak ini bisa dicegah. “Pengalaman di Bone, salah-satu upaya yang dilakukan adalah mengentaskan anak putus sekolah. Pasalnya anak putus sekolah ini menjadi salah-satu penyebab perkiwanan dini,” pungkasnya.(res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

PD Parkir Makassar Minta Masyarakat Bekerjasama Laporkan Jukir Liar, Data Harus Filed

Wajo

Kejar Capaian Vaksinasi, Bukti Vaksin Jadi Persyaratan Pelayanan Administrasi di Kecamatan Tempe

Wajo

Buka Pasar Murah dan Bazar, Amran Mahmud: Upaya Meringankan Beban Masyarakat dari Dampak Covid 19

Wajo

Wali Kota Munafri Gaungkan Wisata Bahari Lewat Kejuaraan Jetski Internasional

Wajo

Pemkot Makassar Refleksi Kinerja 2025, Munafri Dorong Inovasi SKPD

Wajo

Asisten Administrasi Umum Ikuti Pengajian Akbar Kecamatan Kota Kisaran Timur dan Barat

Wajo

Mampu Bangkitkan Daerahnya dari Pandemi COVID-19, Bupati Wajo Kembali Dapatkan Pengargaan Nasional

Wajo

Munafri Dorong Integrasi Program Lintas Sektor Tingkatkan Kinerja