Home / Advertorial / Wajo

Kamis, 19 Agustus 2021 - 17:57 WIB

Amran Mahmud: Penyemprotan Padi dengan Drone, Bisa Efisienkan Waktu

Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat menyaksikan demonstrasi penyemprotan padi sawah menggunakan drone di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (19/8/2021).

Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat menyaksikan demonstrasi penyemprotan padi sawah menggunakan drone di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (19/8/2021).

LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menyambut baik hadirnya teknologi modern. Salah satunya penggunaan pesawat tanpa awak (drone) untuk melakukan penyemprotan, baik penyemprotan pupuk maupun pestisida.

Ini juga sejalan dengan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang tengah membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT).

Hal itu diungkapkan Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat menyaksikan demonstrasi penyemprotan padi sawah menggunakan drone di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (19/8/2021).

“Alat ini bisa untuk memudahkan pembangunan pertanian di masa akan datang. Utamanya bagaimana mengelola pertanian untuk lebih modern,” sebut Amran Mahmud.

Apalagi, lanjut Amran Mahmud, pertanian ke depan menuju digitalisasi farming atau pertanian digital. Pertanian yang bisa dikendalikan dengan teknologi, baik lewat gawai maupun aplikasi lainnya.

“Makanya dengan alat bantu ini tentu bisa lebih mengefisienkan waktu, dan sedikit demi sedikit kita berbenah untuk mewujudkan program digitalisasi atau teknologi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran Mahmud yang didampingi Kepala Cabang BNI Sengkang, Kepala Dinas Pertanian, dan Camat Sabbangparu, berharap pihak ketiga seperti BNI siap membantu melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah.

Dengan begitu, alat ini bisa dimanfaatkan petani-petani milenial yang mau menjadikan pertanian lebih berkualitas, cepat, dan efisien. “Semoga alat ini bisa dikembangkan di daerah kita sehingga kita bisa bersama-sama memajukan pertanian kita di Wajo,” harap Amran Mahmud.

Pada kesempatan itu, Amran Mahmud juga menyampaikan terima kasih atas terlaksananya Sekolah Lapang (SL) yang akan mendidik 3.405 orang mulai 2018-2021 untuk dibekali pengetahuan teknologi pertanian.

Sementara itu, Camat Sabbangparu, Andi Wana, menyampaikan drone sprayer adalah alat yang digunakan untuk melakukan aplikasi pestisida. Ada tiga kegunaan, selain untuk penyemprotan pupuk cair, juga bisa gunakan untuk penumpukan serta alat tabur benih langsung (tabela) dan tabur kiri kanan (takika).

“Drone ini bisa dioperasikan 10 menit untuk satu baterai. Kapasitas tangkinya 15 liter air, dengan jangkauan 50 are. Jadi untuk penyemprotan pupuk dan pestisida di lahan seluas 1 hektare hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit,” terangnya. (res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Wajo Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an

Advertorial

Tertinggi untuk Kepala Daerah di Sulsel, Bupati Wajo Punya 27 Ribu Tagar di IG

Advertorial

Empat Partai Politik jadi Fraksi Gabungan di DPRD Makassar Periode 2024-2029

Wajo

Masjid At-taubah Salurkan Bantuan Ratusan Paket Sembako kepada Korban Banjir di Dua Kelurahan

Advertorial

Rapat Penyempurnaan Rancangan RKPD 2025, Andi Bataralifu: Prioritaskan Usulan Desa dan Kemampuan Anggaran

Wajo

Amran Mahmud Harapkan Setiap Desa Cetak 10 Enterpreneur

Advertorial

Komisi II DPRD Wajo Kunker di DPRD Sulsel, Bahas Perkembangan Sutera

Advertorial

Serahkan Mobil Sampah, Bupati Wajo: Mari Kita Kawal Bersama Program “Wajo Mapaccing”