Home / Daerah / Wajo

Kamis, 7 November 2019 - 16:47 WIB

Pemdes, BPD dan Bumdes di Wajo Studi Komparatif di Desa Ponggok Klaten Jateng

LINTASCELEBES.COM KLATEN JAWA TENGAH — Pemerintah Desa (Pemdes), BPD dan BUMDes se Kabupaten Wajo melakukan kunjungan komparatif terkait dengan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah 07 November 2019.

Kunjungan Pemerintah Desa, BPD dan BUMDes dari 44 Desa ini didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Wajo Syamsul Bahri dan Ketua APDESI Kabupaten Wajo H. Muh. Nasir. Rombongan diterima oleh Kepala Desa Ponggok H. Junaedhi Mulyono bersama BPD Desa Ponggok.

Sekadar diketahui bahwa, Pendapatan Asli Desa (PADes) Ponggok sebesar Rp. 5 Milyar lebih sementara omset dari Bumdes pada tahun 2018 lalu sebesar Rp.16,4 Milyar. Bahkan Bumdes desa Ponggok telah memiliki 9 unit usaha dan 4 diantaranya dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT).

Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono mengungkapkan seorang pemimpin termasuk Kepala Desa harus memiliki mimpi. Tapi dalam mimpi tersebut harus ada perencanaan melalui RPJMdes.

“Pada periode kedua lalu, saya memiliki mimpi atau visi untuk mewujudkan desa wisata yang mandiri. Alhamdulillah sudah tersalisasi. Bahkan Desa Ponggok menjadi desa tersibuk karena banyaknya kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan ada dari mancanegara” ungkap Kepala Desa Ponggok tiga periode ini.

Junaedhi menegaskan bahwa dalam membangun desa butuh tim yang kuat dan butuh komunikasi dan sinergitas kelembagaan yang ada didesa.

“Kita di Ponggok, sebelum mengelolah sebuah unit usaha yang akan dikelola oleh Bumdes, harus dilakukan pengkajian. Makanya kita selalu kerjasama dengan akademisi untuk pendampingan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Wajo Syamsul Bahri mengatakan, kalau kunjungan komparatif ini bukan saja untuk melihat dan sharing dalam mengelola Bumdes tetapi juga mendapat semangat dari Kepala Desa dan BPD bersama jajarannya dalam mengembangkan Bumdes.

“Dalam pengelolaan desa, bukan membangun infrastruktur yang penting tetapi membangun sistem,” .

Yang jelas, kata dia untuk membangun desa yang terpenting harus ada kreativitas dan inovasi. “Insyaallah, semangat dari kades Ponggok dalam mengembangkan desanya akan kami bawa ke Wajo,” tandas Syamsul.(Red)

Editor : Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Wajo

Kadisperkim Jadi Narasumber Sosperda Nomor 2 Tahun 2019 yang Digelar Fraksi Demokrat

Makassar

Cegah Penyalahgunaan Anggaran, Pemprov Kerjasama dengan KPK

Daerah

Seleksi CPNS 2019, Pemerintah Membuka Lowongan 197.111 Posisi

Makassar

Terpilih Senator DPD-RI, Aktivis Muda Sulsel ini Beri Selamat Tamsil Linrung

Wajo

Kadis TPHP Sinjai: Hingga Akhir Desember Stok Pupuk Bersubsidi di Sinjai Aman

Wajo

Bupati Wajo Resmikan Pondok Tahfiz Imam Ahmad, Gratiskan untuk Penghafal Al-Qur’an

Makassar

Faperta UMI Sosialisasi Pembuatan Sumur Resapan

Daerah

Kementerian Pertahanan RI Sosialisasi Bela Negara di Mamuju