Home / Advertorial / DPRD / Wajo

Senin, 14 Oktober 2019 - 14:00 WIB

Bupati Wajo: Situs Tosora Akan Dijadikan Budaya Religi

LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati Wajo H. Amran Mahmud melakukan peletakan batu pertama pendopo Masjid Tua Tosora Kecamatan Majauleng. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan doa, dzikir dan Haul Akbar Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar, Minggu 13 Oktober 2019.

Dr. Ir. H.Wahyuddin Latunreng mengatakan kalau Masjid ini akan menjadi tempat ibadah masyarakat Tosora, dan akan disediakan pula tempat khusus bagi non muslim.

Prof. Wahyu dalam sapaan akrabnya mengungkapkan, Insya Allah air yang di gunakan berwudhu bisa diminum. “Sudah banyak yang ingin menyumbang untuk pembangunan Masjid ini, dan salah satunya tamu kita dari Jawa Timur yang akan menanggung seluruh marmernya, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng menambahkan kalau atap dari kuningan yang tahan sampai 1.000 tahun yang akan digunakan.

Dikatakan kalau tempat ini merupakan situs Nasional dan akan dibuatkan tempat khusus bagi non muslim dan akan ada aturan sesuai syariat Islam ketika memasuki tempat ini.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud Situs Tosora ini nantinya akan menjadi salah-satu cagar budaya yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Wajo nantinya. “Saya optimis tahun depan Masjid ini sudah berdiri megah,” kata Bupati Wajo.

Dia menjelaskan bahwa, dalam situs Tosora ini ada makam cucu dari Rasulullah SAW yang keduapuluh di abad ke 16 dan merupakan orang tua dari wali-wali yang ada di Jawa.

“Kita akan membedah/menelurusuri sejarah, sehingga seluruh dunia tahu bahwa di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, ada makam cucu dari Nabi Muhammad SAW dan ini akan menjadi corong kita membangkitkan Wajo kedepannya,” ungkap Amran Mahmud

Amran Mahmud mengungkapkan mengharapkan situs budaya ini menjadi budaya religi, yang akan dipersembahkan untuk masyarakat Wajo dan Nusantara. “Maka dari itu akan didesain dan dan dibuatkan payung hukum. Pemkab bersama DPRD akan mengawal Perda dari situs budaya kita ini,” pungkasnya.

Sementara Habib Mahmud bin Umar Alhamid juga menjelaskan sejarah singkat Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW, yang di makamkan di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Provinsi Sulsel.

“Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar wafat di usia 108 tahun, beliau memiliki kharoma yang tidak dimiliki manusia biasa. Semasa hidupnya, dia menyiarkan agama Islam sampai di Wajo dengan penuh perjuangan sehingga bisa berkembang seperti saat ini,” ungkapnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo Andi Alauddin Palaguna, Ketua komisi II DPRD Wajo H. Sudirman Meru , Sekda Kab.Wajo H. Amiruddin, Kemenag Kab.Wajo, Ketua Tim Penggerak PKK kab.Wajo, Ketua Darma Wanita persaruan Kab. Wajo, Seluruh OPD lingkup Pemkab Wajo, Kepala Desa Tosora, Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.(advertorial)

Share :

Baca Juga

Wajo

2021, Kasus Narkoba dan Kriminalitas di Wajo Menurun

Advertorial

136 Kades di Wajo Mendapat Penambahan Jabatan 2 Tahun, Ketua DPRD Harapkan Maksimalkan Semua Potensi yang Ada di Desa

Advertorial

Salurkan Dana Hibah ke Masjid Al Amin, Sekwan: Dukung Program Keagamaan dan Pemberdayaan Masyarakat

Advertorial

DPRD Wajo Tindak Lanjuti Aspirasi PHI Terkait Surat Edaran Bupati Penerbitan Suket Domisili

Wajo

Awali Tahun dengan Prestasi, Adnan Serahkan Penghargaan Kepada 34 Kepala Desa di Gowa

Advertorial

Sekarang Sudah Bisa Urus Paspor di Wajo, Segini Biayanya

Daerah

Sekda Wajo: MTQ Diharapkan Ada Nilai Agama dan Religius Tertanam Ditengah Masyarakat

Advertorial

Paripurna, DPRD Wajo Tetapkan Tiga Pimpinan Definitif Priode 2024-2029