Home / Tak Berkategori

Selasa, 2 April 2019 - 15:30 WIB

KPU Wajo Simulasi Aplikasi Sistem Pemungutan dan Penghitungan Suara

LINTASCELEBES.COM WAJO — Jelang Pemilu serentak 17 April 2019 akan datang Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wajo menggelar simulasi penggunaan aplikasi sistem pemungutan dan penghitungan suara (SITUNG) di Hotel Eka Sengkang Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Selasa 2 April 2019.

Simulasi ini merupakan uji coba tahapan kedua secara Nasional, dalam uji coba ini, KPU Wajo menghadirkan 25 Operator Aplikasi Situng dan beberapa stakeholder untuk menyaksikan mekanisme kerja dari aplikasi Situng

Ketua KPU Kabupaten Wajo Haedar menjelaskan, salah satu persiapan dari KPU Wajo dalam menghadapi Pemilu serentak 17 April mendatang, yakni aplikasi Situng. Aplikasi Situng merupakan bentuk keterbukaan penyelenggaraan Pemilu kepada publik karena aplikasi ini dapat diakses masyarakat umum

“Aplikasi ini akan menjadi parameter kepercayaan publik akan hasil Pemilu, kami berharap adanya aplikasi Situng ini dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat atas hasil Pemilu yang berintegritas ,karena semua data akan diupdate lansung dan dapat diakses masyarakat secara umum,”jelas Haedar

Sekedar diketahui, Aplikasi SITUNG nantinya akan dikontrol sebanyak 25 orang operator dan masyarakat bisa langsung mengakses untuk mengetahui rekapan suara per TPS.(Bernas-Adv)

 

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Sekretaris Disdikbud Yahya Tutup Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP se Kabupaten Wajo

Advertorial

Melalui Puskesmas dan Pemerintah Desa, Pemkab Wajo Beri Perhatian ke Bayi Penderita Hidrocefalus

Wajo

Tingkatkan Kapasitas BPD, Pemkab Wajo Gelar Sosilisasi Peran BPD dalam Pembangunan Desa

Sulsel

Puskesmas Jumpandang Baru Bersama UPT SDN Kalukuang Gelar Kegiatan BIAN

Kesehatan

Pengukuhan DPC IPeKB Wajo, Wabup Harap Penyuluh Tingkatkan Kualitas Program KB

Wajo

Angin Puting Terjang Desa Botto, Amran Mahmud Instruksikan Penanganan Cepat

Sulsel

Suardi Saleh Tinjau Langsung Kondisi Usaha Nelayan

Sulsel

Dekan Fisip Unismuh Apresiasi Penataan PKL: Tertib Kota, Ekonomi Rakyat Tetap Hidup