Home / Sulsel

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Diskominfotik Wajo Semarakkan Sengkang Silk Karnaval, Sutera Jadi Identitas yang Digaungkan

Sutera bukan sekadar kain bagi Wajo. Ia adalah identitas, warisan, sekaligus modal budaya yang terus dipertontonkan ke publik. Pesan itu dibawa Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Wajo dalam Sengkang Silk Karnaval, rangkaian Festival Danau Tempe 2026, Minggu (4/10/2026)

Sutera bukan sekadar kain bagi Wajo. Ia adalah identitas, warisan, sekaligus modal budaya yang terus dipertontonkan ke publik. Pesan itu dibawa Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Wajo dalam Sengkang Silk Karnaval, rangkaian Festival Danau Tempe 2026, Minggu (4/10/2026)

LINTASCELEBES.COM WAJO — Sutera bukan sekadar kain bagi Wajo. Ia adalah identitas, warisan, sekaligus modal budaya yang terus dipertontonkan ke publik. Pesan itu dibawa Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Wajo dalam Sengkang Silk Karnaval, rangkaian Festival Danau Tempe 2026, Minggu (4/10/2026).

Kepala Diskominfotik Wajo, Andi Musdalifa, mengatakan keikutsertaan jajarannya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus promosi pariwisata daerah.

“Keikutsertaan ini merupakan wujud dukungan terhadap pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta pengembangan potensi daerah Kabupaten Wajo yang kaya akan warisan sutera dan keindahan Danau Tempe,” kata Andi Musdalifa.

Menurut dia, Sengkang Silk Karnaval tidak sekadar menjadi panggung hiburan. Kegiatan itu menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Wajo dan potensi wisatanya kepada masyarakat yang lebih luas.

Karnaval juga mempertemukan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam satu panggung kreativitas. Masing-masing membawa warna, gagasan, dan semangat untuk membuat Festival Danau Tempe 2026 semakin semarak.

Diskominfotik Wajo pun tampil membawa semangat keterbukaan informasi. Yel-yel “Terbuka Informasinya, Maju Daerahnya” digaungkan sebagai pesan bahwa pembangunan daerah membutuhkan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui semangat kebersamaan dan kreativitas, Dinas Kominfotik Kabupaten Wajo hadir untuk menyemarakkan festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Wajo,” ujar Andi Musdalifa.

Sengkang Silk Karnaval merupakan bagian dari rangkaian Festival Danau Tempe 2026 yang mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Wajo. Sutera menjadi salah satu identitas yang mendapat ruang dalam perhelatan tersebut.
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan perangkat daerah dalam karnaval bukan sekadar urusan tampil dan meramaikan acara. Partisipasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Wajo kepada publik yang lebih luas.

Dari kain sutera hingga pesona Danau Tempe, Wajo ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dapat menjadi energi untuk menggerakkan pariwisata dan memperkuat citra daerah.(r)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Program IB, Pj. Gubernur Sulsel Harapkan Ada Percepatan Dalam Pengembangan Ternak Sapi

Sulsel

Melinda Aksa Tinjau Kelurahan Pannampu Jelang Penilaian Lomba Kelurahan Terpadu Tingkat Provinsi

Sulsel

Uji Publik, Sekprov Paparkan Capaian Keterbukaan Informasi Pemprov Dalam Transformasi Digital

Sulsel

Pemkot Makassar Bebaskan Iuran Sampah, Masyarakat Diajak Aktif Rawat Lingkungan

Sulsel

Kemanunggalan TNI-Rakyat: Gotong Royong Bersihkan Drainase di Kelurahan Baru Tancung.

Sulsel

Fatmawati Rusdi Sebut Longwis Sudah Tahap Pemantapan, Terkini

Sulsel

Perkuat Kerja Sama, Plt Dirut PDAM Makassar Terima Kunjungan Konsuler Jepang

Sulsel

Pemkot Tambah 50 Motor dan 8 Mobil Kontainer untuk Angkut Sampah