Kegiatan pengamanan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita tersebut dipusatkan di sepanjang Jalan Poros Palopo-Makassar, wilayah Kecamatan Sajoanging. Dua personel kepolisian yang diterjunkan langsung di lapangan yakni Aipda Nasriadi dan Bripda Khaerul Fajri.
Kehadiran aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk memastikan rangkaian kegiatan survei berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali.
Mengingat lokasi berada di jalur lintas utama, petugas menerapkan rekayasa arus lalu lintas dengan sistem stop and go atau penghentian sementara kendaraan (stop noise) secara situasional saat proses pengambilan data survei berlangsung.
“Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan survei objek vital nasional dapat berjalan lancar tanpa hambatan di jalan raya,” ujar pihak kepolisian di lapangan.
Sebagai informasi, proyek survei seismik 2D sepanjang 801 kilometer ini berkaitan dengan upaya eksplorasi pencarian sumber energi dan migas baru di Blok Wilayah Kerja (WK) Sengkang. Proyek strategis tersebut dilaksanakan oleh Energy Equity EPIC (Sengkang) Pty. Ltd yang bekerja sama dengan mitra pelaksana PT Gelombang Seismic Indonesia.
Melalui pengamanan yang humanis dan profesional, pihak kepolisian berharap kegiatan eksplorasi energi ini dapat sukses terlaksana tanpa mengganggu kenyamanan mobilitas harian para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.(r)













