LINTASCELEBES.COM BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Cilellang menggelar penyuluhan mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 Barru, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk edukasi kesehatan bagi siswi kelas VII dan VIII.
Mengusung tema “Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Preventif Anemia pada Siswi SMPN 22 Barru”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kadar zat besi dalam tubuh sejak usia remaja. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi.
Penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam mencegah anemia sejak dini. Melalui edukasi tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan zat besi secara optimal sehingga dapat mendukung kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mempersiapkan diri menjadi perempuan dan calon ibu yang sehat di masa mendatang.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN-PK menjelaskan berbagai materi secara interaktif, mulai dari pengertian anemia, penyebab remaja putri rentan mengalami anemia, tanda dan gejala anemia, dampaknya terhadap kesehatan dan prestasi belajar, hingga langkah-langkah pencegahannya. Peserta juga memperoleh informasi mengenai sumber makanan kaya zat besi, manfaat vitamin C dalam membantu penyerapan zat besi, kandungan Tablet Tambah Darah, aturan konsumsi yang benar, serta jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat mengonsumsi TTD agar penyerapannya lebih optimal.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan diselingi dengan sesi tanya jawab, pembahasan mitos dan fakta seputar Tablet Tambah Darah, serta kuis interaktif mengenai frekuensi konsumsi TTD dan peran vitamin C dalam meningkatkan penyerapan zat besi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Penanggung jawab kegiatan, Sulfahmi, mengatakan bahwa edukasi mengenai anemia perlu diberikan sejak usia remaja karena kondisi tersebut masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak dialami remaja putri di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswi semakin memahami pentingnya menjaga kadar zat besi dalam tubuh dan tidak lagi ragu mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran. Dengan mencegah anemia sejak remaja, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, berprestasi, serta siap menjadi perempuan yang sehat di masa depan,” ujar Sulfahmi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK 69 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh para siswi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menekan angka kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Barru.(r)











