LINTASCELEBESCOM WAJO –– Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Wajo mengambil langkah preventif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bupati Wajo, Andi Rosman, memimpin langsung jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok strategis di Pasar Mini Sengkang, Rabu (18/2/2026).
Aksi turun lapangan ini dimulai pukul 09.00 WITA sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Nomor 500.1.3.2/310/setda. Andi Rosman menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk memastikan rantai pasok pangan di wilayah “Kota Sutera” tetap terjaga tanpa adanya lonjakan harga yang tidak wajar.
Dalam kunjungannya, Bupati menyisir komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, hingga cabai. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentoleransi adanya oknum pedagang yang mencoba “memainkan” harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Tentu ini dilakukan guna memastikan stok barang melimpah dan harga tetap terkendali agar masyarakat bisa fokus beribadah tanpa pusing memikirkan harga sembako yang melambung,” ujar Andi Rosman dengan tegas di hadapan awak media.
Pasar Mini Sengkang dipilih sebagai lokasi utama sidak karena fungsinya sebagai barometer harga di Kabupaten Wajo. Bupati menyebut bahwa keterjaminan bahan pokok merupakan faktor kunci ketenangan hati umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Wajo serius menjaga daya beli masyarakat. Bagi umat Islam di Wajo, Ramadan bukan hanya soal puasa, tapi juga ketenangan hati karena kebutuhan pokok terjamin,” tambahnya.
Kegiatan monitoring ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda lengkap, di antaranya Ketua DPRD Wajo, Kapolres Wajo, Dandim 1406/Wajo, Pimpinan BPS Wajo, Sekretaris Daerah, serta jajaran Kepala OPD terkait. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu meredam laju inflasi daerah dan memberikan rasa aman bagi warga Wajo memasuki bulan suci.(r)











