Home / Sulsel

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:32 WIB

Komisi I DPRD Wajo Minta Penertiban Lapak UMKM Ditunda Hingga Usai Lebaran

Melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Senin (9/2/2026), DPRD meminta Pemerintah Daerah untuk menunda proses penertiban hingga satu minggu pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Senin (9/2/2026), DPRD meminta Pemerintah Daerah untuk menunda proses penertiban hingga satu minggu pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 H

LINTASCELEBES.COM WAJO — Komisi I DPRD Kabupaten Wajo mengambil langkah solutif terkait rencana penertiban lapak UMKM yang menempati trotoar dan drainase di wilayah Kecamatan Tempe. Melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Senin (9/2/2026), DPRD meminta Pemerintah Daerah untuk menunda proses penertiban hingga satu minggu pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

​RDPU yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi I, Ibnu Hajar, bersama jajaran anggota Komisi I lainnya, menegaskan bahwa penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Keputusan ini diambil guna memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk mencari nafkah di momentum krusial bulan suci Ramadan.

​”Perda tetap menjadi rujukan utama karena trotoar dan drainase adalah ruang publik. Namun, penegakannya harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kondisi ekonomi masyarakat, terutama menjelang Ramadan di mana omzet pedagang kecil menjadi penopang utama keluarga,” ujar Ibnu Hajar dalam forum tersebut.

​Hadir dalam rapat tersebut jajaran anggota DPRD Wajo, Kepala Bapperida sekaligus Plt Kasatpol PP Muhammad Ilyas, serta Camat Tempe Sultan Makkulle. Pihak legislatif dan eksekutif menyepakati bahwa pedagang diberikan kesempatan untuk tetap berjualan, namun dengan syarat wajib melakukan penertiban secara mandiri paling lambat tujuh hari setelah lebaran.

​Kebijakan penundaan ini bersifat menyeluruh tanpa pengecualian. Kendati demikian, Komisi I memberikan instruksi tegas kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tetap melakukan pengawasan ketat di lapangan. Hal ini bertujuan agar aktivitas pedagang selama masa penundaan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan pengguna jalan lainnya.

​”Kami memberikan kelonggaran bukan berarti membiarkan pelanggaran. Setelah Lebaran nanti, penataan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari jalur perbatasan Sengkang–Ulugalung hingga Sengkang–Sempange,” tambah Ibnu Hajar.

​Langkah ini diapresiasi oleh para pelaku UMKM yang sebelumnya merasa khawatir akan kehilangan mata pencaharian menjelang hari besar keagamaan. Dengan adanya keputusan ini, diharapkan sinergi antara penegakan aturan daerah dan perlindungan ekonomi rakyat dapat terjaga dengan harmonis.(Humas DPRD Wajo)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Halal Bi Halal Bersama KEMAWA, Danny Sebut Kain Tenun Sutra Akan Diperkenalkan Di Australia

Sulsel

Jelang Pemilu Serentak, Danny Pomanto Ajak Calon Kontestan Ciptakan Kreativitas

Sulsel

DPRD Soroti Pengelolaan Participating Interest Sektor Migas di Wajo

Sulsel

Pemkot Makassar Programkan Urban Farming, RT/RW Diminta Bergerak

Sulsel

Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, Pj Gubernur Sulsel: Momentum Mengikhlaskan dan Memaafkan

Sulsel

Camat Manggala Dampingi Wawali Fatma Resmikan Menara Masjid Darun Na’im Manggala

Sulsel

Tindaklanjut Nota Kesepahaman Penyelesaian Sengketa Lahan di Wajo, Amran Mahmud Minta Segera Dibentuk Tim Teknis

Sulsel

Rembuk Stunting 2022, Makassar Target Zero 2024