Home / Sulsel

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:01 WIB

Tax Award 2025, Kadisperkim Makassar: Tertib Pajaknya, Mulia Warganya

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Mahyuddin

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Mahyuddin

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Mahyuddin, melontarkan ajakan sederhana tapi menyentuh nadi pembangunan: “Tertib Pajaknya, Mulia Warganya.”

Makassar sore itu bergerak pelan, seperti menahan napas di antara gedung-gedung yang terus meregang ke langit. Di tengah ritme kota yang tak pernah benar-benar diam.

Ucapan itu melayang seperti semboyan baru di jalan-jalan kota. Mahyuddin berbicara bukan sekadar mengisi acara, tetapi mengingatkan warga bahwa Tax Award 2025 yang digelar Bapenda bukan lomba, bukan pula seremoni belaka, melainkan ukuran kecil dari sebuah komitmen besar.

Pajak yang dibayarkan warga, menurutnya, adalah bahan baku utama yang menggerakkan mesin pembangunan Makassar.

Di lorong-lorong pemukiman, suara seruan itu mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya terasa pada pengerjaan drainase yang lebih rapi, perbaikan rumah layak huni, hingga jalan-jalan lingkungan yang tak lagi disergap gelap. Mahyuddin tahu betul titik-titik lemah kota ini; ia setiap hari bersentuhan dengan persoalan rumah, hunian, dan ruang hidup warga.

Baginya, pajak bukan sekadar angka di lembar laporan itu nafas bagi kota yang ingin berubah.

“Masyarakat harus melihat pajak sebagai cara paling nyata menjaga Makassar tetap maju,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Ada kesan ia ingin membalas kepercayaan warga dengan hasil yang bisa disentuh, dilihat, dirasakan: lampu penerangan baru di pinggir kanal, betonisasi yang tak lagi menunggu bertahun-tahun, hingga lingkungan yang lebih tertata bagi keluarga yang pulang kerja dengan harapan sederhana.

Tax Award 2025 adalah panggung apresiasi, tetapi juga cermin. Siapa yang taat, siapa yang abai, siapa yang ikut merawat kota, semuanya tercatat tanpa perlu saling menghakimi. Yang ingin ditegaskan Mahyuddin hanyalah satu: pembangunan tak lahir dari keajaiban, melainkan dari partisipasi.

Ketika matahari turun di balik gedung Balaikota, semboyan itu kembali terngiang—ringkas, tapi menggugah. “Tertib Pajaknya, Mulia Warganya.” Sebuah pesan bahwa masa depan Makassar bukan hanya pekerjaan pemerintah, tapi gotong royong yang ditawarkan kembali kepada seluruh warganya. (*Sir).

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Advertorial

Program IB, Pj. Gubernur Sulsel Harapkan Ada Percepatan Dalam Pengembangan Ternak Sapi

Sulsel

Kadishub Makassar Hadiri Rakor Terbatas Penanganan Pengamen Gelandangan dan Pengemis

Sulsel

Momentum HUT Sulsel ke-354, Danny Pomanto: Sulsel Masuki Era Baru Ditangan Pj Gubernur Bahtiar

Sulsel

Ketua TP PKK Barru Bakal Gelar Senam Massal

Sulsel

Kepala BNN Suyuti Ario Seto Diajukan Sebagai Calon Kapolri Ganti Listyo Sigit

Sulsel

KPID Sulsel Daulat Danny Pomanto sebagai Kepala Daerah Peduli Digitalisasi Penyiaran

Sulsel

Munafri Dorong KONI Maksimalkan Peran Sosial Olahraga dan Prestasi

Sulsel

Pjs Wali Kota Arwin Azis Tekankan Profesionalisme dan Integritas kepada 1.877 Pengawas TPS se-Makassar