LINTASCELEBES.COM WAJO — Dalam Musyawarah Daerah (Musda) PKS Wajo yang digelar di Café Rumah Tua, Sengkang, Sabtu (6/9/2025), Ketua DPD PKS Wajo, Arga Prasetya Ashar, menegaskan pentingnya menanamkan nilai persaudaraan dan kearifan lokal dalam praktik politik modern.
Arga mengutip falsafah Bugis: Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge, yang berarti saling menolong, saling menopang, dan saling mengingatkan. Menurutnya, nilai ini sangat relevan dalam menghadapi dinamika politik nasional yang kerap memunculkan polarisasi dan persaingan tidak sehat. “Kalau ada yang hanyut kita saling menolong, kalau ada yang jatuh kita saling menopang, kalauada yang lupa kita saling mengingatkan. Inilah politik yang kita perjuangkan,” tegas Arga.
Arga menekankan bahwa politik tidak hanya tentang kepentingan kelompok atau individu, tetapi juga harus berakar pada nilai kebersamaan dan persaudaraan. Ia menilai kondisi nasional saat ini, dengan meningkatnya ketegangan politik dan informasi yang tidak tersaring, menuntut generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berintegritas.
Selain itu, ia menambahkan, kearifan lokal menjadi fondasi agar anak muda tidak hanya mengikuti arus politik secara pasif.
Melalui PKS Wajo, Arga ingin membangun ruang di mana generasi muda belajar menyalurkan aspirasi secara produktif, tetap menjaga marwah budaya, dan berkontribusi nyata pada pembangunan daerah. “Generasi muda Wajo harus belajar dari leluhur. Politik harus menjunjung tinggi persaudaraan, bukan memperlebar jurang perbedaan.
Nilai-nilai ini yang akan membimbing kita dalammembangun partai dan daerah,” ujarnya. Musda ini juga menekankan pentingnya membangun solidaritas lintas generasi. Anak muda, kader lama, dan tokoh masyarakat diajak untuk bersinergi sehingga nilai persaudaraan tidak hanya menjadi retorika, tetapi terwujud dalam kerja nyata.(R)
Editor: Hamzah












