Home / Sulsel

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:41 WIB

Dari Lorong Literasi, Munafri: Kita Bangun Kesadaran Sosial dan Pendidikan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,  menghadiri Diskusi Oblong (Obrolan Lorong) yang berlangsung di Jalan Dg. Tata, Kecamatan Tamalate, Sabtu (23/8/2025)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Diskusi Oblong (Obrolan Lorong) yang berlangsung di Jalan Dg. Tata, Kecamatan Tamalate, Sabtu (23/8/2025)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR – Literasi bukan sekadar membaca, melainkan pintu masuk menuju peradaban yang cerdas. Hal itu ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Diskusi Oblong (Obrolan Lorong) yang berlangsung di Jalan Dg. Tata, Kecamatan Tamalate, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan yang diinisiasi komunitas Anak Pelangi ini turut dihadiri Bunda Literasi Kota Makassar, juga Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa Mahmud, yang memberikan dukungan berupa bantuan materil kepada komunitas lorong literasi pendidikan.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifusdin menyampaikan apresiasi atas lahirnya lorong literasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, konsep lorong literasi menjadikan kawasan tersebut berbeda dari ribuan lorong lain di Makassar.

“Saya selalu mengatakan bahwa lorong di Makassar bukan lorong homogen, tapi heterogen. Masing-masing punya keunggulan,” ujarnya.

“Hari ini kita melihat keunggulan itu dalam bentuk literasi. Di tempat lain bisa saja lahir lorong seni, lorong budaya, atau lorong pameran karya. Dan insya Allah, lorong literasi ini bisa menjadi contoh bagi lorong-lorong lainnya,” tambah Appi.

Lebih jauh, Munafri menekankan pentingnya membangun kesadaran sosial di masyarakat. Menurutnya, tidak semua bentuk kepedulian harus berorientasi pada kegiatan formal yang bergantung pada anggaran pemerintah.

Ada hal yang lebih penting, yaitu membangun empati sosial di lorong-lorong.

“Komunitas Anak Pelangi sudah membuktikan hal itu, bagaimana mereka memberi sentuhan pendidikan non-formal yang bermanfaat besar bagi anak-anak di Makassar,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Munafri menyinggung arah pembangunan pendidikan di Makassar. Ia menyebut bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru.

“Kalau mau mencerdaskan kehidupan bangsa, mulailah dari guru. Coba bayangkan kalau gaji guru Rp30 sampai Rp50 juta,” tururnya.

“Semua orang pasti ingin jadi guru, bukan kerja di bank atau perusahaan asing. Kenapa kita tidak mulai berinvestasi di dunia pendidikan dengan memperbaiki guru terlebih dahulu,” lanjut dia.

Ia menambahkan, pemerintah kota telah menjalin komunikasi dengan berbagai mitra, termasuk Perusahaan Sampoerna Foundation, untuk memberikan dukungan peningkatan kapasitas guru.

“Kalau memang mau membantu, tolong bantu kami meningkatkan kualitas guru. Kesejahteraan nanti kami yang akan pikirkan. Karena guru adalah tokoh sentral dalam pendidikan,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam memperbaiki fasilitas pendidikan. Ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat, agar segera ditangani.

“Apa yang bisa kita harapkan dari pendidikan kalau gurunya tidak berkualitas dan gedungnya juga tidak layak?. Saya ingin suatu saat orang bertanya, sekolah dasar terbaik di Indonesia ada di mana? Jawabannya harus di Makassar,” tutup Munafri penuh optimisme.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

PDAM Makassar Buka Rekrutmen, Beni Iskandar: Transparan dan Terbuka

Sulsel

Lebaran, PJ Sekda Makassar Open House Bersama Jajaran OPD dan Masyarakat

Sulsel

MTF Market Holiday Land, Ada Promo Serba Rp10.000 hingga Cashback Rp790 Ribu dari Wondr

Sulsel

Pemkot Makassar Tertinggi Kedua Nasional Belanja Lewat e-Katalog

Sulsel

Cukup Bawa Botol Minuman Plastik, Dapat Potongan Harga Masuk di Makassar F8

Sulsel

Dukung Penguatan Penyuluh Agama Islam, Bupati Gowa Terima Penghargaan dari Kemenag RI

Sulsel

Resmikan Masjid Al Hamid, Bupati Gowa: Mari Jalankan Fungsinya dengan Baik

Sulsel

Danny Lepas 18 Atlet Karate Porprov XVII Sinjai-Bulukumba