Home / Sulsel

Jumat, 11 Juli 2025 - 20:58 WIB

Dinkes Makassar Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Surveilans Berbasis Kematian

Dinkes Kota Makassar menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Surveilans Berbasis Kematian di Aula Dinas Kesehatan Kota Makassar, Jumat (11/7/2025)

Dinkes Kota Makassar menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Surveilans Berbasis Kematian di Aula Dinas Kesehatan Kota Makassar, Jumat (11/7/2025)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Surveilans Berbasis Kematian di Aula Dinas Kesehatan Kota Makassar, Jumat (11/7/2025).

Sebagai narasumber yakni Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar, A. Salman Baso, SKM dan diikuti peserta petugas Surv dan AV puskesmas.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Makassar, dr. Andi Mariani, MH. Kes.

Kabid P2P, dr. Andi Mariani mengatakan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan diperlukan data kematian dan penyebab kematian untuk menyusun kebijakan, prioritas, dan pengembangan program Kesehatan.

Lanjutnya, data penyebab kematian adalah pencatatan beberapa penyakit atau kondisi yang merupakan suatu rangkaian perjalanan penyakit menuju kematian atau keadaan kecelakaan atau kekerasan yang menyebabkan cedera dan berakhir dengan kematian.

“Kematian di rumah atau diluar pelayanan kesehatan belum tercatat penyebab kematiannya dengan baik.Setiap kematian yang terjadi diluar fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan penelusuran penyebab kematian melalui metode Autopsy Verbal (AV),”jelasnya.

AV adalah suatu penelusuran rangkaian peristiwa, keadaan, gejala, dan tanda penyakit yang mengarah pada kematian melalui wawancara dengan keluarga atau pihak lain yang mengetahui kondisi sakit dari almarhum/almarhumah guna menuntun dokter menyusun resume penyakit dan menegakkan diagnosis penyebab kematian, berdasarkan pedoman standar diagnosis dan pertimbangan klinis.

“Angka kematian  merupakan indikator  yang  penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan khusunya di  bidang kesehatan. Mengingat angka  kematian  merupakan  data statistik yang dapat digunakan untuk menentukan masalah-masalah kesehatan, menentukan prioritas masalah,”ujarnya.

Sehingga, kata Kabid P2P, dr. Andi Mariani dapat juga digunakan untuk menentukan seberapa jauh dan  bagaimana  intervensi  dalam bidang  kesehatan masyarakat sebagai penyelesaiannya.

“Setiap penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan harus melaporkan data peristiwa kematian dan penyebab kematian wajar maupun tidak wajar kepada Dinas Kesehatan setempat setiap bulan,”ungkapnya.

Petugas yang melaksanakan pelaporan dan pencatatan data peristiwa kematian dan penyebab kematian menyimpan kerahasiaan identitas almarhum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan : Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Dan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2010 dan Nomor 162 /Menkes/Pb/I/2010 Tentang Pelaporan Kematian Dan Penyebab Kematian.

“Sistem registrasi kematian masyarakat Indonesia merupakan program sistem pencatatan  dan  pelaporan data  kematian terpadu yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mendapatkan angka kematian yang valid. Sebagai terobosan untuk mendapatkan data kematian dan sebab kematian di Indonesia,” katanya.

Di Kota Makassar, data kematian dilaporkan dari kecamatan dan kelurahan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dari data tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan AV untuk kematian diluar fasilitas kesehatan oleh petugas puskesmas.

“Semoga kematian dicatat dan dilaporkan secara lengkap dan tepat waktu; termasuk penyebab kematian yang akurat sehingga pada sektor kesehatan secara aktif berkontribusi untuk meningkatkan statistik vital untuk kebijakan, perencanaan dan program,”tutupnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pengunjung Wajib Mampir di Zona 2, Ada Sejarah Nama-Nama Jalan di Kota Makassar

Advertorial

Lepas Pemberangkatan Jamaah Haji Khusus, Amran Mahmud Ingatkan Untuk Saling Menjaga

Sulsel

Camat Bontoala didampingi Sekcam Pantau Perawatan Kanstin Median Jalan dan Penataan Taman

Sulsel

Jokowi Puji Stabilitas Harga Pangan di Makassar, Danny Pomanto: Kita Intervensi Terus

Sulsel

Apel Besar Hari Pramuka Ke-61, Bupati Wajo Serahkan Penghargaan untuk Kwarran Terbaik

Sulsel

Danny Pomanto Terima Penghargaan Baznas RI sebagai Wali Kota Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik

Sulsel

Wali Kota Munafri Imbau Masyarakat Terapkan Hidup Sehat Mulai dari Pasar

Advertorial

HUT Ke-77 Korps Brimob Polri, Bupati Wajo Ikuti Event Trail Adventure di Luwu