Home / Sulsel

Rabu, 8 Februari 2023 - 08:48 WIB

Cari Solusi Banjir, Bupati Barru Dialog bersama Warga Bojo Baru

Bupati Barru H. Suardi Saleh saat meninjau sungai di Bojo Baru

Bupati Barru H. Suardi Saleh saat meninjau sungai di Bojo Baru

LINTASCELEBES.COM BARRU — Setelah menyerahkan langsung bantuan bagi warga terdampak banjir di kelurahan Bojo Baru, kecamatan Mallusetasi, kabupaten Barru beberapa waktu lalu, Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si., yang didampingi SKPD terkait kembali datang berkunjung di kelurahan tersebut, Selasa (7/2/2023).

Kunjungan Bupati yang dikenal sebagai Pemimpin Tanpa Sekat itu adalah untuk berdialog dengan tokoh masyarakat dan warga setempat menemukan masalah dari penyebab sekaligus mencari solusi pencegahan banjir yang akan datang banjir di Bojo Baru.

“Setelah kemarin saat banjir kami datang memberi bantuan, sekarang ini saya datang bersama SKPD terkait untuk melihat langsung apa penyebab dari masalah banjir yang sudah terjadi sebelumnya”, kata Bupati dua periode ini.

Menurut Bupati, sebelum ke tempat ini (kantor lurah bojo baru) dirinya meninjau ke beberapa lokasi yang diperkirakan sebagai penyebab banjir .

“Kami berharap dengan adanya rembuk warga bersama stakeholder terkait ini bisa mendapatkan solusi terkait upaya mencegah terjadinya banjir di kemudian hari”, terangnya.

Dalam dialog tersebut, warga berharap agar diadakan pengerukan dan normalisasi sungai dan pengawasan aktifitas tambang terutama yang berada didekat sungai.

Menanggapi usulan warga, Suardi Saleh mengaku menghadirkan para Kepala Dinas dan pihak terkait disini adalah untuk menelusuri penyebab banjir dan mencari solusi penanganan banjir ini.

Dalam dialog itu tertungkap beberapa persoalan dan solusi yaitu, meluapnya Sungai Bojo, penyebabnya adalah dari hulu adanya penggundulan dan di hilir terjadi pendangkalan, solusinya pemerintah akan melakukan penghijauan yang melibatkan masyarakat terutama pemuda dan pemerintah setempat selanjutnya diusahakan akan dilakukan pengerukan serta normalisasi dengan berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengeng Jenneberang.

Adanya luapan air di batas kota, penyebabnya adalah volume air yg cukup besar dari dua Kabupaten Kota, adanya pendangkalan aliran sungai dekat tambang, box culvert/gorong-gorong dekat Pintu gerbang Pare-pare yg penampangnya sudah tidak seimbang dengan volume air serta saluran air pembuang ke laut yang makin menyempit. Solusinya adalah pemerintah segera mengusulkan ke Balai Besar Jalan Nasional untuk menambah lagi satu box culver/memperluas gorong-gorong yang ada di sekitar Pintu gerbang Pare dan merekomendasikan/memerintahkan kepada penambang untuk segera menormalisasi saluran pembuang sampai kelaut. (pihak penambang menyatakan kesiapannya dan pengerjaannya dimulai besok selanjutnya secara rutin akan ditangani oleh pihak penambang).

Mengenai pendangkalan saluran pembuang dilingkungan Lapakaka segera ditangani oleh Dinas PU dan Dinas Lingkungan hidup Barru .

“Semoga semua solusi ini segera dapat diwujudkan dengqn kerja sama Pemda, BB Jalan Nasional, BBWS Pompengan dan masyarakat,” kunci Bupati.

Turut mendampingi Bupati Barru yaitu Kadis Lingkungan Hidup. Kadis DPMPTSP. Kasatpol PP Damkar dan Penyelamatan, Kalaksa BPBD, Camat, Lurah, Kapus PKM Bojo Baru, Kepsek dan tokoh masyarakat yang terdampak banjir.(Mahmud/Humas IKP Barru)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tes Wawancara Seleksi Lelang Sekda Makassar Usai, Tiga Nama Terpilih Segera Diumumkan

Sulsel

Kebahagiaan Menjelang Lebaran, 700 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari Masjid At-Taubah

Sulsel

Pjs Wali Kota dan Kapolrestabes Lepas Peserta Kareba 10K Makassar Berlari Menuju Pilkada Damai

Sulsel

Revitalisasi Balai Kota Rampung, Danny Ajak Forkopimda Room Tour dan Foto Bareng

Sulsel

Pelabuhan Peti Kemas Makassar New Port Siap Ekspor Hasil Budidaya Pisang

Sulsel

Termasuk di Wajo, SKK Migas Wilayah Kalsul Akan Melakukan Explorasi 12 Kali

Sulsel

Pemkot Banjarmasin Akui Keberhasilan Makassar Atur Sampah Berkeadilan

Sulsel

Pemkab Wajo Gelar Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2025, Penyesuaian Sistem dan Tata Kelola