Home / Feature

Kamis, 19 Januari 2023 - 09:22 WIB

Jejak Surga Tersembunyi di Kabupaten Bone Bolango

Oleh: Pengki Djoha

LINTASCELEBES.COM BONE BOLANGO — Bone bolango merupakan suatu daerah kabupaten yang ada di provinsi Gorontalo yang terdiri dari 18 kecamatan, diantara kecamatan itu salah satunya adalah kecamatan pinogu sebuah daerah terpencil di pedalaman hutan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang terdiri dari empat desa yakni desa Pinogu, Bangiyo, Pinogu Permai, dan Dataran Hijau memiliki jumlah penduduk 2.069 jiwa.

Letak Pinogu sebenarnya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 35 kilometer dari Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju Pinogu. Ada tiga cara menuju Pinogu, yakni lewat udara dengan helikopter, berjalan kaki menembus hutan dan melewati lereng gunung, atau naik ojek dengan ongkos sekali jalan Rp 500.000. Bagi kebanyakan warga Pinogu, keluar dan kembali ke desa mereka hanya mungkin dilakukan dengan berjalan kaki.

Saya sebagai penulis ingin berbagai pengalaman, pada tahun 2021 saya berkesempatan melakukan riset dan penelitian tentang pertanian didaerah pinogu, saya dan kelima rekan saya memilih berjalan kaki dari tulabolo , bukan tanpa alasan ongkos ojek menurut kami agak mahal sedangkan kami tidak punya uang sebanyak itu, tentu Perlu fisik prima dan mental baja untuk berjalan kaki menuju Pinogu. Bagi yang belum terbiasa seperti kami , perlu waktu 12 jam untuk berjalan kaki ke Pinogu. Menembus hutan, menyeberangi anak sungai dan Sungai Bone, mendaki dan menyusuri lereng bukit, serta siap-siap digigit lintah di sepanjang perjalanan.

Disepanjang perjalanan saya selalu berfikir seperti apa kecamatan pinogu? Apa hal menarik yang ada disana? Bagaimana kondisi masyarakat disana?
Pertanyaan pertanyaan itu yang membuat rasa lelah kami hilang seketika,terlebih yang membuat rasa penasaran saya ,Konon setiap ada orang baru datang ke Kecamatan Pinogu, maka di tengah perjalanan akan terjadi hal-hal aneh dan hujat lebat.

Salah satu Tukang ojek yang kami jumpai di pangkalan menyebutkan , ketika ada yang baru pertama kali datang ke Pinogu, saat di perjalanan tepat di tengah hutan akan terjadi gelap dan hujan lebat. Ia mengaku sudah puluhan tahun mengantar penumpang ke Kecamatan Pinogu. Dan hujan lebat itu selalu hadir meski di musim kemarau.

“Pengalaman saya, pasti hal itu terjadi, ketika bawa penumpang yang baru kali itu datang ke Pinogu, maka siap-siap terjadi hujan lebat disertai angin. Kurang lebih selama 2 kilometer dari hutan menuju Pinogu dan hujan mengguyur, ” Ungkap tukang ojek tersebut kepada kami.

Anehnya, ketika kami memasuki Kecamatan Pinogu, kejadian seperti hujan lebat yang dirasakan tadi seakan tidak ada tanda tanda alam mau turun hujan.menurut kepercayaan warga ada yang menganggap bahwa setiap orang baru datang ke pinogu harus dibersihkan dulu hujan turun konon katanya itulah sebuah proses pembersihan.

Singkat cerita Setelah kami tiba di Pinogu, kentara sekali jika daerah tersebut amat subur dan serba hijau. Di sana-sini berbagai jenis tanaman perkebunan tumbuh segar, seperti kopi, kakao, kemiri, durian, jagung, serta hamparan sawah yang sebagian baru mulai ditanam. Maka tidak berlebihan saya menyebutnya surga tersembunyi di kabupaten Bone bolango

Dan ternyata Semua jenis tanaman di Pinogu tidak menggunakan pupuk sama sekali sebab tanahnya sangat subur. Beras yang ada disana adalah beras organik. Sayangnya, kebanyakan hasil panen di sini tidak bisa dijual ke luar karena tingginya biaya angkut. Pinogu dikenal sebagai daerah penghasil beras organik terbesar di Gorontalo. Luas sawah di Pinogu saat ini adalah 163 hektar dan telah menghasilkan gabah sebanyak 1.017 ton sepanjang tahun ini. Sungguh kekayaan alam pinogu sangat melimpah.

Mengakhiri tulisan dengan secangkir kopi, sungguh nikmat rasanya. Kopi merupakan minuman yang sangat familiar bagi berbagai kalangan. Tak terkecuali bagi masyarakat Bone bolango
Berbicara kopi, Bone bolango juga memiliki kopi kelas wahid. Namanya, Kopi Pinogu. Sesuai dengan namanya kopi pinogu berasal dari daerah pedalaman pinogu.(**)

Share :

Baca Juga

Feature

Belanja Boleh, Penularan Covid 19 Jangan

Feature

Proses Pemakaman dan Ziarah di Baqi Madinah, Berebut Ingin Bawa Jenazah

Feature

Tim Atlet Porwanas Sulsel Optimis di Hari Kedua

Feature

Demi Keselamatan, Tahun Baru Dirumah Aja

Feature

In Memorial Gurunda H.Muhammad Arif

Feature

Budayakan Memakai Masker Sebagai Kebutuhan Hidup