Home / Advertorial / Wajo

Kamis, 12 Januari 2023 - 14:49 WIB

Dinkes Wajo Fokus Penanganan Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Banjir dan Pengungsi

Dinkes Wajo Fokus Penanganan Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Banjir dan Pengungsi

Dinkes Wajo Fokus Penanganan Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Banjir dan Pengungsi

LINTASCELEBES.COM WAJO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo ambil bagian dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejak akhir 2022 hingga awal 2023 ini. Sesuai tupoksinya, penanganan fokus pada pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir dan pengungsi.

Kepala Dinkes Wajo, Dr. drg. Armin, M.Kes, menjelaskan pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) turun langsung melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kesehatan di lokasi banjir sesuai wilayah kerja masing-masing.

“Ini merupakan instruksi langsung Bapak Bupati (Amran Mahmud) untuk memastikan kesehatan warga terdampak dan pengungsi. Di Kecamatan Tempe, UPTD Puskesmas Tempe rutin memberikan pelayanan kesehatan melalui puskesmas keliling di 6 posko pengungsi, 4 posko di Kelurahan Mattirotappareng dan 2 Posko di Kelurahan Tempe,” kata Dr. drg. Armin, M.Kes yang dikonfirmasi, Kamis (12/1/2023).

Selain UPTD Puskesmas Tempe, lanjut Dr. drg. Armin, M.Kes, UPTD puskesmas yang ada di kecamatan lainnya juga turut melakukan rutinitas yang sama. “Selain melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi, kita juga tetap maksimalkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak yang datang ke puskesmas,” bebernya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa ini mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar pengungsi menderita batuk-batuk, hipertensi, dan hipotensi.

“Adapun untuk penyakit akibat banjir sampai saat ini belum ditemukan. Tetapi, tim kesehatan kami tetap akan rutin memantau dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Kita berharap agar banjir ini akan segera surut sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Diketahui, banjir dan angin kencang di Wajo ini terjadi di 5 kecamatan, 34 desa/kelurahan, dengan jumlah korban 2 orang dan 9.030 kepala keluarga (KK) atau 27.279 jiwa terdampak.

Selain itu, juga berdampak pada 7.681 unit rumah, 45 unit sekolah, 30 unit masjid, 13 unit sarana kesehatan, 5 meter tanggul Sungai Walannae jebol, 24,7 kilometer jalan tergenang di beberapa titik, dan 30 unit jembatan.

Pemerintah sudah menyiapkan enam pos pengungsian. Adapun jumlah pengungsi saat ini 158 KK atau 492 jiwa. Sebagian mengungsi di pos pengungsian dan sebagian lagi mengungsi di rumah kerabat atau keluarga.(Far-Res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Aspirasi Andi Yuliani Paris, BRIN dan BDI Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Wajo

Advertorial

Didampingi Sekda dan Tim TPID, Bupati Wajo Sidak Sidak dan Pantau Harga Bahan di Pasar Mini

Wajo

DP2KBP3A Wajo Gelar Rakor Pengembangan Kabupaten Layak Anak

Wajo

Hadiri Peletakan Pertama Masjid Ahmad Subban, Bupati Wajo Sumbang 100 Sak Semen

Advertorial

Hanya 40 di Sulsel, Desa Waetuwo di Kabupaten Wajo Lolos 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023

Advertorial

Ketua DPRD Dampingi Pj Bupati Wajo Terima Penghargaan Desa Sadar Hukum dari Menkum HAM

Wajo

Isi Kekosongan Jabatan Sekda, Bupati Wajo Tunjuk Andi Ismirar Sentosa Pelaksana Harian

Advertorial

Bupati Wajo Terima Audiensi MUI, Mempererat Sinergi Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama