LINTASCELEBES.COM WAJO — Wakil Bupati Wajo H. Amran SE mengharapkan kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk bekerja dengan baik dan tulus serta menjaga netralitas untuk menyukseskan hajatan besar Pemilu dan Pilpres tahun 2024 mendatang.
“Sebagai ujung tombak penyelenggara Pemilu di kecamatan, sangat perlu menjaga netralitas. Dengan netralitas mulai dari tahapan sampai dengan hari “H”, tentunya output yang dihasilkan pemimpin yang berkualitas, baik itu pemimpin level presiden, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten/kota,” ungkapnya saat memberikan sambutan di pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024 yang digelar di Sallo Hotel Rabu (4/1/2023).
H. Amran SE menegaskan, tahun 2023-2024 merupakan tahun politik, makanya harus mengantisipasi banyaknya timbul hoaks. “Saya harapkan kepada anggota PPK sebagai ujung tombak di kecamatan untuk turun sosialisasi dan mengedukasi masyarakat, utamanya di pedesaan agar tidak terjebak dalam hal negatif yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” tegasnya.
Orang nomor dua di Bumi Lamaddukelleng ini juga menghimbau kepada para penyelenggara Pemilu untuk bekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. “Selamat bekerja untuk Ketua dan Komisioner PPK yang baru saja dilantik. Selamat mempersembahkan pengabdian untuk negara, khususnya daerah kita Kabupaten Wajo,” ucapnya.
70 Anggota PPK dari 14 kecamatan yang ada di Bumi Lamaddukkelleng dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wajo Haedar.
Selain Wabup juga hadir, Ketua DPRD Wajo HA. Alauddin Palaguna, Ketua Bawaslu Wajo Dr. Abdul Malik, Forkopimda, Komisioner KPU dan Camat.
Sebeleumnya, Ketua KPU Wajo Haedar mengatakan, KPU adalah salah satu lembaga nasional yang dipercaya melaksanakan hajatan besar yakni Pemilu.
“Makanya, KPU sebagai pelaksana teknis harus mempunyai perangkat yang lengkap, salah-satunya pelantikan PPK se Kabupaten Wajo yang dilaksanakan hari ini,” ungkapnya
Haedar mengharapkan PPK yang baru dilantik untuk menjaga integritas dan netralitas. Integritas dan netralitas harga mati bagi kita sebagai penyelenggara Pemilu,” tegasnya.(Zah)
Editor: Syafruddin Menroja












