Home / Wajo

Jumat, 20 Mei 2022 - 17:14 WIB

Di Depan Tim Panelis, Wakil Bupati Wajo dan Ketua TP PKK Urai Program “Pak Ganteng”

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo mendapat kesempatan memaparkan aksi penanganan stunting di forum Konvergensi Lintas Sektor/Lintas Program Dalam Upaya Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat di Tingkat Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Jumat (20/5/22).

Di depan para peserta dari semua kabupaten/kota di Sulsel, Wakil Bupati Wajo, Amran, memaparkan berbagai kinerja dari 8 aksi strategis, serta inovasi yang telah dilakukan Pemkab Wajo dan berbagai pihak guna mencegah dan menurunkan prevalensi stunting.

Pemaparan ini juga merupakan salah satu aspek penilaian kinerja aksi konvergensi stunting kabupaten/kota. Setiap pemerintah kabupaten/kota diminta memaparkan program dan inovasinya yang sudah dijalankan.

Amran yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Wajo, Sitti Maryam bersama Tim Koordinasi Pencegahan Prevalensi Stunting Kabupaten Wajo dari lintas OPD dan instansi, mengawali pemaparannya dengan mengurai penyebab stunting.

“Persoalan stunting merupakan agenda prioritas yang hendak dientaskan pemerintah daerah melalui penyusunan perencanaan, penganggaran dan implementasi program kegiatan oleh Tim Koordinasi Pencegahan Prevalensi Stunting Kabupaten Wajo,” ucapnya.

Amran melanjutkan bahwa dalam program penanganan stunting, Pemkab Wajo Wajo telah melaksanakan aksi konvergensi stunting secara keseluruhan mulai aksi 1 sampai dengan aksi 8.

Salah satu yang menjadi komitmen dalam rembug stunting, yakni bagaimana mengoptimalkan inovasi PAK GANTENG,” paparnya. “Pak Ganteng” adalah akronim dari Perbanyak Makan Ikan Gabus untuk Mencegah Stunting. Ini merupakan bagian inovasi yang telah diluncurkan dengan terus mengkampanyekan kepada masyarakat memanfaatkan potensi ikan gabus. Mengingat, ikan ini banyak ditemukan di Danau Tempe.

“Ikan ini penuh kandungan protein dan gizi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” sebut Amran.

Pihaknya optimis, lewat aksi dan inovasi yang telah dilakukan Pemkab Wajo, penurunan angka stunting di Kabupaten Wajo bisa semakin menurun.

Ketua Tim Penggerak PKK Wajo sekaligus Bunda PAUD, Sitti Maryam menmbahkan, pihaknya akan mengawal sekaligus mengintervensi pencegahan stunting dengan kesatuan gerak PKK sampai di tingkat desa.

“Cegah stunting itu penting. Harapan kita, Wajo akan zero stunting. Kolaborasi jadi prioritas. Kita maksimalkan tim pendamping keluarga dan kader pembangunan desa untuk bekerjasama dalam penanganan stunting secara komprehensif,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, pemaparan Pemkab Wajo ini menuai respon positif. Tim panelis memberi apresiasi atas berbagai kinerja aksi prevalensi stunting Kabupaten Wajo.

Jika merujuk dari pemaparan, bukan tidak mungkin inovasi yang dilakukan Pemkab Wajo bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Apalagi sejak dulu, Wajo termasuk daerah yang sangat serius melakukan penanganan stunting. (Far)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Program Onde-Onde PDAM Makassar, Sasar Perumahan Solthana Barombong

Wajo

800 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari Masjid At-taubah

Wajo

Hadiri Rembug KTNA, Sekda Sinjai Harap Jadi Konseptor untuk Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Wajo

HUT Lantas ke 64, Satlantas Polres Wajo Berbagi dengan Puluhan Anak Yatim

Wajo

Dishub Makassar Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SMPN 26 Makassar

Daerah

Pasca Kebakaran Pasar Tempe, Pemkab Wajo Bangun Lapak Sementara

Wajo

Lolly Suhenty Ingatkan, Tidak Ada Kata Tertutup Bagi Bawaslu Untuk Awasi Elemen Kependudukan

Wajo

Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah Gelar Rapat Koordinasi Bersama