Home / Advertorial

Sabtu, 16 April 2022 - 07:39 WIB

Amran Mahmud: Perbanyak Amalan di Ramadan, Bukan Perbanyak Istirahat

LINTASCELEBES.COM WAJO — Mengawali lanjutan safari ramadan di Kecamatan Takkalalla, Jumat (15/4/22), Bupati Wajo Amran Mahmud didaulat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Nurul Bayan, Desa Manyili.

Amran Mahmud yang tak lain Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wajo, mengajak para jamaah dan umat Muslim untuk memanfaatkan bulan bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya.

Di depan para jamaah, termasuk Wakil Bupati Wajo, Amran SE, Amran Mahmud yang bergelar Doktor itu, mengurai jika Ramadan punya banyak keistimewaan dan kemuliaan di dalamnya. Sehingga merugilah bagi mereka yang tidak memanfaatkannya dalam mendulang pahala sebanyak-banyaknya.

Selama kurang lebih 20menit, Amran Mahmud yang tercatat sebagai Wakil Direktur Pasca-Sarjana Institut Agama Islam (IAI) As’adiyah Sengkang, menyebutkan jika ada lima golongan yang merugi di Ramadan.

“Pertama, adalah mereka yang berpuasa tidak dengan iman dan ihtisab. Mereka berpuasa karena riya’ atau hanya mengikuti kebiasaan,” sebutnya.

Karena itu, Amran mengingatkan, agar kita jangan berpuasa karena riya’, melainkan karena iman. Sebagaimana HR Al-Bukhari bahwa, dari Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda barangsiapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisaban maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” urainya.

Golongan yang kedua, lanjut Amran, adalah mreka yang senantiasa berakhlak buruk. Artinya, puasa mereka tidak mencegahnya dari melakukan hal-hal yang diharamkan, seperti berdusta dan sebagainya.

Golongan yang ketiga adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu-waktu bulan mulia ini untuk tidur dan melakukan kelalaian.

“Dalam hadits riwayat Ahmad dijelaskan, bahwa dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda betapa banyak orang yg berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar, dan betapa banyak orang yg sholat malam hanya begadang saja. Marilah kita memanfaatkan bulan ramadhan ini, mengisinya dengan berbagai ibadah. Bukan malah memanfaatkan untuk istirahat dan memperbanyak tidur,” jelas Amran Mahmud.

Golongan keempat yang merugi, adalah mereka yang merusak puasanya dengan sengaja atau sengaja membatalkan puasanya. “Misalnya dengan melakukan jima’, makan dan minum, istimna’, atau perusak pahala puasa, seperti dusta, ghibah, namimah, hasad, mengejek, menghina, berkata kotor, tabarruj dan sebagainya. Itu semua disebabkan lemahnya iman dan kurang dekatnya kepada Allah,” katanya.

Golongan yang kelima, yakni mereka yang meninggalkan Al-Quran di Ramadhan. Tidak membaca kita suci , dan tidak mempelajari maupun merenungi maknanya.

“Tentu kita tidak ingin termasuk ke dalam golongan yang merugi, menyia-nyiakan bahkan tidak mendapatkan pahala apa-apa di bulan ramadhan. Melalui kesempatan ini, sekali saya mengajak kepada kita semua agar memanfaatkan bulan penuh berkah ini, mengisi dengan kegiatan positif serta senantiasa menjaga ukhuwah dan hubungan baik antar sesama,” ajaknya. (Far)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tuntaskan Ganti Rugi Lahan Bendungan Passeloreng, DPRD Wajo Siap Gelar RDP

Advertorial

Pemkab Wajo Ajukan Ranperda APBD 2025 ke DPRD

Advertorial

Dandim 1406 Wajo Resmi Berganti, Pemerintah Kabupaten Wajo Gelar Lepas Sambut

Advertorial

Catat !!! Panwascam Keera Perpanjang Pendaftaran PKD Selama Tiga Hari di Empat Desa

Advertorial

MQK Internasional di Wajo, Amshar Andi Timbang: Ini Momentum Strategis Pesantren As’adiyah

Advertorial

Peresmian Pusat Oleh-Oleh Khas Wajo, Amran Mahmud: Mari Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Advertorial

Diikuti Ribuan Pelari, Bupati Wajo Lepas Peserta Bumi Lamaddukkelleng Fun Run 2023

Advertorial

Pembangunan RTH Taman Callaccu Sengkang Selesai, Pemkab Wajo Hadirkan Kawasan UMKM