Home / Wajo

Kamis, 30 Desember 2021 - 19:14 WIB

Amran Mahmud Urai Kawasan Integrated Farming Wajo di Webinar Kementerian Pertanian

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menjadi pemateri pada webinar yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (30/12/2021).--Ullah--

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menjadi pemateri pada webinar yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (30/12/2021).--Ullah--

LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, menjadi pemateri pada webinar yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (30/12/2021). Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini menjabarkan tentang pertanian terpadu atau integrated farming yang memadukan sub sektor pertanian, yakni tanaman, ternak, dan perikanan.

Webinar ini memang membahas konsep dan implementasi pertanian terpadu yang menguntungkan petani sekaligus berkontribusi pada produksi pangan nasional. Amran pun mengulas ide pertanian terpadu yang berorientasi pada agrowisata dan agroedukasi.

Amran menyampaikan, sektor pertanian masuk dalam 25 program kerja nyata dalam lima tahun kepemimpinannya di Kabupaten Wajo. Hal itupun telah terbukti dengan dibuatnya kawasan pertanian terpadu di atas lahan 20 hektare di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng. Lahan itu milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

“Untuk memaksimalkan kawasan pertanian terpadu ini, kita telah bentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo,” kata Amran yang membawakan materi webinar dari Kantor Bupati Wajo.

Bahkan, kata Amran, sejak 2020 lalu telah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan tani, embung, cetak sawah, demplot sapi, serta Baruga Amanah.

“Baruga Amanah ini sekaligus kita jadikan sebagai wadah pelatihan bagi kelompok tani, gapoktan (gabungan kelompok tani), pelaku agribisnis, serta petani milenial yang ada di Kabupaten Wajo,” sebut Amran.

Lebih lanjut dijelaskan, sejak terbentuknya UPTD Pertanian Terpadu, sebagai langkah awal untuk mendukung ketersediaan pangan nasional, para gapoktan, petani milenial, dan pelaku agribisnis di Wajo dibekali pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) mereka.

“Sejak 2020-2021 kita telah mengadakan pelatihan berbagai jenis komoditi pertanian, hortikultura, dan peternakan. Dengan harapan para petani milenial ini nantinya setelah kembali ke desa mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat pada lahannya sehingga usaha taninya bisa meningkat,” beber Amran.

Terlebih, kata dia, pelatihan yang diberikan tidak hanya bagaimana mengolah lahan, tetapi juga edukasi pembuatan pupuk organik, pelatihan tematik peternakan, demplot ayam buras, petelur, demplot hortikultura, dan jagung manis.

“Tentu apa yang kami lakukan di pertanian terpadu merupakan upaya memanfaatkan antara keterkaitan tanaman pangan, perkebunan, dan ternak hewan serta perikanan untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung program produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam,” tutur Amran. (res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Camat Ujung Tanah Hadiri Acara Lintas Sektor Bidang Kesehatan di Puskesmas Pattingalloang

Advertorial

Bupati Wajo Beri Penghargaan ke Perangkat Daerah dan ASN Berkinerja Terbaik

Advertorial

Kembangkan Desa, Bupati Wajo Berkunjung di Kemendes PDTT RI

Wajo

Permudah Pelanggan, PDAM Makassar Lakukan Penagihan Serentak

Wajo

Hanya dengan Bawang, 43 Penyakit Mampu Disembuhkan

Wajo

Pemkab Wajo Raih Sertifikat Eliminasi Frambusia dari Kemenkes RI

Wajo

Pj Gubernur Bahtiar Serahkan Penghargaan ke Komunitas Bilah Pusaka

Wajo

Proyek Pembangunan Selesai, Perumda Air Minum Makassar Siap Kelola IPAL Losari