Home / DPRD / Polisi / Wajo

Senin, 30 September 2019 - 20:55 WIB

Gelar Aksi Damai, Aliansi PMII Wajo Menuntut Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penembakan Randi

LINTASCELEBES.COM WAJO — Aliasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Wajo, melakukan aksi damai di halaman Mapolres Wajo, Senin 30 September 2019.

“Hari ini kita menggelar aksi damai untuk saudara kita yang tertembak atas nama Randi di Kendari,” kata Ketua PMII Cabang Wajo, Andi Hidayatullah dalam orasinya.

Mahasiswa juga menuntut pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut. Apalagi, Kapolda Sultra telah dicopot dari jabatannya pasca kejadian tersebut.

AKBP Asep Marsel yang menyambut massa aksi tersebut mengatakan, turut berbelasungkawa atas kejadian di Kendari tersebut.

“Kita sesungguhnya tidak ingin hal tersebut terjadi, kita turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” kata kata Asep Marsel yang menerima langsung aspirasi mahasiswa.

Usai orasi mahasiswa pun meminta pihak Polres Wajo untuk menggelar Shalat Ghaib bersama untuk mendoakan rekan mahasiswa yang meninggal dunia di Kendari.

Keinginan dari aliansi PMII Wajo ini disambut Kapolres lalu bersama-sama menuju mesjid At Taqwa Mapolres Wajo untuk melaksanakan Shalat Ghaib bersama.

Untuk diketahui aksi damai yang digelar PMII ini di mulai di Lapangan Merdeka Sengkang menuju Mapolres Wajo, dengan pengawalan oleh personil Sat Lantas Polres Wajo. Aksi kemudian dilanjutkan di Gedung DPRD Wajo.(hs-sah)

Editor : Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Serah Terima Jabatan, Lima Perwira Polres Gowa Resmi Berganti

Wajo

Kadinkes Makassar Terima Tim Verifikasi Lapangan dari Kemendagri

Wajo

Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan

Sulsel

Tari Kalompoanna Parasanganta Dapat “Standing Applause” dari Warga Padang

Wajo

Perayaan HJG Ke-704, Momen Terakhir Bagi Adnan-Kio

Keamanan

Ciptakan Kambtimas Jelang Pelantikan Presiden di Wajo, Polres Gelar Dzikir dan Doa Bersama

DPRD

DPRD Wajo Setuju Empat Ranperda di Bahas

Wajo

HIMAKAHA FK Unhas Hadirkan Inovasi Pencegahan Stunting di Desa Popo Melalui Konsep One Health