Home / Sulsel

Senin, 8 Juni 2026 - 14:42 WIB

Apresiasi Program P2P Bawaslu, A. Muh. Rasyadi: Keterlibatan Warga Jaga Kualitas Demokrasi

Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Muh. Rasyadi menghadiri pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sekretariat Bawaslu Wajo, Senin (8/6/2026)

Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Muh. Rasyadi menghadiri pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sekretariat Bawaslu Wajo, Senin (8/6/2026)

LINTASCELEBES.COM WAJO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Andi Muh. Rasyadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam mengawal integritas demokrasi di Bumi Lamaddukelleng. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sekretariat Bawaslu Wajo, Senin (8/6/2026).

Forum strategis ini mengonsolidasikan berbagai elemen strategis masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), kalangan akademisi, tokoh masyarakat, hingga insan pers, guna membangun benteng pengawasan yang inklusif.

Selain jajaran pimpinan DPRD, agenda ini turut dihadiri oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Malik, jajaran Komisioner, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wajo.

Dalam pandangannya, Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Muh. Rasyadi menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Bawaslu Wajo yang terus memacu keterlibatan publik lewat jalur pendidikan politik berkelanjutan. Politisi senior PKB ini menandaskan bahwa pemilu yang jujur dan adil tidak akan tegak jika hanya bersandar pada pundak lembaga penyelenggara saja.

Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Muh. Rasyadi menghadiri pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sekretariat Bawaslu Wajo, Senin (8/6/2026)

“DPRD Wajo mendukung penuh langkah taktis Bawaslu dalam membangun kesadaran kolektif ini. Pengawasan partisipatif adalah instrumen krusial untuk memperkuat kualitas demokrasi, sekaligus menjadi investasi penting kita dalam menghadapi tantangan kontestasi politik ke depan,” ungkap pria yang karib disapa Pung Cadi tersebut.

Pung Cadi menilai, lewat program P2P ini, insting kritis masyarakat akan terasah untuk lebih peduli terhadap iklim politik lokal. Dengan masifnya mata publik yang ikut mengawasi, ruang gerak bagi potensi pelanggaran pemilu otomatis akan makin mempersempit.

Pentingnya perpanjangan tangan dari masyarakat juga digarisbawahi oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Dr. Malik. Ia menaruh harapan besar agar para alumnus P2P mampu bertransformasi menjadi motor penggerak di akar rumput.

“Para peserta P2P yang hadir hari ini diharapkan tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi menjadi pelopor utama di tengah masyarakat untuk menjaga marwah demokrasi lewat aksi pengawasan nyata,” tegas Dr. Malik.

Senada, Ketua Bawaslu Kabupaten Wajo, Andi Hasnadi, mengakui bahwa rasio jumlah personel pengawas pemilu resmi sangat berbanding terbalik dengan luas wilayah pembinaan di Kabupaten Wajo. Walhasil, sinergi dengan warga adalah harga mati.

“Secara institusional kami memiliki keterbatasan personel, kami tidak bisa bekerja sendiri. Melalui koridor P2P ini, kami ingin mencetak relawan-relawan demokrasi yang militan, aktif, dan memiliki frekuensi yang sama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat di Kabupaten Wajo,” pungkasnya. (r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Danny Pomanto Terima Penghargaan Baznas RI sebagai Wali Kota Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik

Sulsel

TMMD ke-124 Kodim 1406/Wajo Terus Kebut Pekerjaan Infrastruktur Jalan dan Talud

Sulsel

Babinsa Koramil 1406-06/Pammana Bantu Pembersihan Sekolah

Sulsel

PJ Sekda Makassar: Kehadiran LPS Perkuat Sistem Perbankan

Sulsel

Usai Retret di Akmil Magelang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Disambut Hangat di Bandara

Sulsel

Pemkab Wajo-Tim Ahli Audiensi Penyusunan Study Relokasi RSUD Siwa

Sulsel

Satgas TMMD Ke-124 Kodim Wajo Lanjutkan Pemasangan Tandon Air Bersih di Desa Temmabarang

Sulsel

Rapat Pleno TPKAD Semester 1 2022 Digelar di Desa Pancana