Home / Sulsel

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:41 WIB

Rektor UNM Karta Jayadi Pamer WTP, Laksus: Bukan Jaminan Bebas Korupsi

Direktur Laksus,. Muhammad Ansar

Direktur Laksus,. Muhammad Ansar

LINTASCELEBES. COM MAKASSAR — Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Karta Jayadi menunjukkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang dicapai UNM di 2024. Direktur Laksus Muhammad Ansar menyebut, opini WTP bukan jaminan bebas korupsi.

“WTP bukanlah instrumen bebas korupsi. Ini juga bukan cerminan moral dalam pengelolaan keuangan,” ujar Ansar, Selasa (1/7/2025).

Ansar mengatakan, sah-sah saja UNM mengklaim WTP sebagai pencapaian akuntabilitas. Hanya saja kata dia, ini bukanlah farameter sebuah institusi bebas korupsi.

“WTP kan hanya alat ukur administratif. Keliru kalau menggiring opini publik seolah-olah WTP adalah instrumen bebas korupsi,” tandas dia.

Ansar mengkritisi Rektor UNM Karta Jayadi yang memamerkan opini WTP. Ansar menilai, WTP ini dipakai Karta untuk menggiring asumsi tak ada korupsi di UNM.

“Itukan lucu. Artinya dia (Karta) tidak paham konsekuensi WTP,” ucapnya.

Ansar menjelaskan, dalam proses hukum, WTP tidak dipakai sebagai alat ukur.

“Itu dua hal yang terpisah. WTP adalah ukuran administratif pengelolaan keuangan. Sementara proses hukum itu didasarkan pada fakta dan bukti awal adanya perbuatan melawan hukum,” ketus Ansar.

“Nah, ini penting ya. Kita perlu edukasi publik agar tidak terjebak dalam asumsi itu. Saya tegaskan bahwa banyak institusi meraih WTP tetapi tetap korup,” jelas Ansar.

Ansar juga mengungkap bahwa di beberapa daerah, WTP diperoleh dengan cara-cara kotor. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah mengungkap bahwa sejumlah oknum BPK “bermain mata” dengan pejabat daerah untuk menjual opini WTP dengan imbalan uang atau fasilitas.

“Kasus suap WTP di Jawa Barat dan Sumatera Barat pernah terjadi. Di Sulsel juga pernah terjadi. Ini menjadi preseden gelap tentang bagaimana opini yang seharusnya objektif, berubah menjadi komoditas. Ini fakta,” katanya.

Kenapa ini terjadi? Menurut Ansar, ini kegagalan pengawasan. Kedua, integritas lembaga audit sudah morat marit.(rls/sr)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hadirkan Upin-Ipin, Cara Satuan Brimob Polda Sulsel Menyenangkan Anak yang Melaksanakan Vaksinasi

Olahraga

Atlet Bulutangkis Asal Gowa Torehkan Prestasi Tingkat Kejuaraan Dunia di Spanyol

Advertorial

Dandim 1406 Wajo Resmi Berganti, Pemerintah Kabupaten Wajo Gelar Lepas Sambut

Sulsel

Lewat Tax Award, Pemkot Makassar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak

Sulsel

Sinergi Pusat-Pemkot Makassar, Munafri Perkuat Tata Kelola Fiskal Daerah Bersama Dirjen Kemendagri

Sulsel

Dinilai Krusial, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1406/Wajo Percepat Pembangunan Jembatan Penghubung Antar Dusun

Sulsel

Suardi Saleh dan Hasnah Syam Silaturahmi dengan Kades se Kabupaten Barru

Advertorial

Arifin Dg Kulle Sebut Peraturan Daerah KTR Belum Berjalan Maksimal