Home / Sulsel

Rabu, 29 Mei 2024 - 18:29 WIB

Andi Suharmika Tekankan Penerapan SOP yang Ketat Dalam Pengelolaan Limbah B3

Rapat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Makassar 2025-2045

Rapat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Makassar 2025-2045

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Dalam rapat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Makassar 2025-2045, Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, menanggapi isu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari fasilitas pelayanan kesehatan yang kembali menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Limbah B3 ini meliputi berbagai jenis limbah medis seperti jarum suntik bekas, sisa obat-obatan, perban, dan bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam berbagai prosedur medis.

Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Menurutnya, penanganan limbah B3 dari fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah, rumah sakit, dan perusahaan pengelola limbah.

“Limbah B3 ini memiliki potensi bahaya yang tinggi, baik bagi petugas kesehatan yang menangani langsung maupun bagi masyarakat umum jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya Rabu (29/5/2024).

Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam pengelolaan limbah B3.

“Setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memastikan bahwa limbah B3 dikumpulkan, disimpan, dan diangkut sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, perlu ada edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi petugas yang terlibat dalam proses ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

“Teknologi seperti insinerator modern dengan pengendalian emisi yang baik, serta metode pengolahan lainnya seperti autoklaf untuk sterilisasi limbah medis, dapat membantu mengurangi risiko pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolaan limbah B3.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan melaporkan jika menemukan praktik pengelolaan limbah B3 yang tidak sesuai aturan. “Kesadaran dan partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah limbah B3 ini,” ujarnya.

“Dengan perhatian dan tindakan nyata dari semua pihak, diharapkan penanganan limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih baik, sehingga lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(Adv)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Puncak Bulan Inklusi Keuangan Sulselbar, OJK Ingin Contek Kesuksesan Danny Pomanto Gelar F8

Sulsel

Pj Gubernur Bahtiar Bincang Santai dengan MUI Sulsel

Sulsel

Respon Cepat Keluhan Warga BTP, Beni Iskandar Perintahkan Jajarannya Lakukan Perbaikan

Sulsel

IPAL Losari Jadi Contoh Pengelolaan Sanitasi, Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja PDAM Makassar

Sulsel

Bupati Barru Terima Penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lancana Wira Karya

Sulsel

Peran Penting TP PKK Perkuat Edukasi Kesehatan Mental Perempuan hingga ke Tingkat Keluarga

Sulsel

Hasnah Syam Buka Gebyar PAUD Ramadhan

Advertorial

Bakal Dibuka Gubernur Sulsel, Berikut Rangkaian Acara Expo Dekranasda Sulsel Kreatif Andalan 2023 di Wajo