Home / Sulsel

Kamis, 29 September 2022 - 21:06 WIB

Kadinkes Makassar Dampingi Wawali Fatmawati jadi Narasumber di Kegiatan Dharma Wanita Persatuan

Kadinkes Makassar dampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi jadi narasumber pembangunan Kesehatan mendukung pencegahan Stunting yang digelar DWP Kota Makassar di Hotel Gammara, Kamis (29/09/2022).

Kadinkes Makassar dampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi jadi narasumber pembangunan Kesehatan mendukung pencegahan Stunting yang digelar DWP Kota Makassar di Hotel Gammara, Kamis (29/09/2022).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menjadi narasumber Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting yang diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, di Hotel Gammara, Kamis (29/09/2022).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, yang dihubungi mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, dirinya   hanya mendampingi Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi jadi narasumber.

“Jadi kehadiran kami disini mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menjadi narasumber terkait Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting,” jelas dr. Nursaidah.

Nursaidah mengatakan, kalau kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu-ibu hamil.

“Untuk mencegah Stunting, dimulai dari masa pernikahan sampai lahir serta memastikan kesehatan dan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) karena sangat menentukan tumbuh kembang anak, tutup Kadinkes Makassar, dr. Nursaidah.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi saat menjadi narasumber Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting yang diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, di Hotel Gammara,  mengatakan dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Kota Makassar adalah Kabupaten/Kota terendah angka stuntingnya. Angka prevalensi stunting tahun 2021 yakni 5,23 persen.

Meski demikian, Fatma tetap menghimbau agar Dinas terkait lebih proaktif dan fokus dalam memberantas stunting.

“1.000 HPK adalah peluang emas dasar kehidupan bagi anak. Jadi tolong kita konsen untuk itu. Saya turun ke Puskesmas selalu dan masih mendapati anak-anak yang mengalami stunting,” ucapnya.

Tak tinggal diam, Fatma menyampaikan strategi percepatan penurunan stunting yakni komitmen dan kepemimpinan, peningkatan akses layanan, optimalisasi promosi, pemanfaatan teknologi, peran multisektor dan penguatan manajemen dan sistem kesehatan.

“Rutin kami turun. Pemeriksaan ibu hamil, sosialisasi soal stunting, pelatihan pemberian makan bayi dan komunikasi dengan kader kesehatan. Kita pantau terus,”ungkapnya.

Ia berharap melalui edukasi mengenai stunting, dapat mencegah masalah kesehatan dan gizi khususnya masalah penurunan stunting. Karena stunting dapat dicegah mulai dari remaja, janin dan dua tahun pertama kehidupan.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Ketua PKK Barru Hasnah Syam Bantu Korban Kebakaran Nepo

Advertorial

192 Unit Tangkasaki Diremajakan, Danny Tambah 20 Unit dengan Teknologi Baru

Sulsel

Tanggapi Aduan Warga, DPRD Barru Minta Aktivitas Tambang C di Ceppaga Dihentikan

Sulsel

Nikmati Brunch All You Can Eat, Hotel Four Point by Sheraton Makassar Adakan Promo Makan Sepuasnya

Sulsel

Pantau Progres Pinisi di CPI, Wali Kota Danny Pomanto: Kita Akan Buat Dua Pinisi Lagi

Sulsel

Aliyah Mustika Ilham Sambut Inisiatif AKP2I Sosialisasikan Pajak Daerah

Sulsel

Serah Terima, Lurah Tallo dan Kalak BPBD Makassar Berikan Kunci Ballata yang Sudah di Renovasi

Sulsel

Pastikan Seluruh Pegawai Kembali Aktif, Wali Kota Danny Siap Jadi IRUP