Home / Sulsel

Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:43 WIB

Danny dan UNICEF Duduk Bersama Bahas Soal Penanganan Anak Tidak Sekolah

Wali Kota Makassar,  Danny Pomanto terima kunjungan UNICEF Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan di Amirullah, Selasa (16/08/2022).

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto terima kunjungan UNICEF Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan di Amirullah, Selasa (16/08/2022).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima kunjungan UNICEF Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, di Amirullah, Selasa (16/08/2022).

Pertemuan tersebut membahas terkait masalah pendidikan dan sosial. Khususnya soal Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) yang menjadi program UNICEF Indonesia.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Muhyiddin, Kepala Dinas Sosial Aulia Arsyad, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Achi Soleman.

Pimpinan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku Hengky Widjaja memuji upaya pemerintah kota dalam mengentaskan anak tidak sekolah melalui penggandaan rombongan belajar.

“Kami berharap solusi yang disampaikan pak wali ini bisa menjadi salah satu penyelesaian anak tidak sekolah,” kata Hengky Widjaja.

Untuk menyelesaikan masalah anak tidak sekolah di Makassar, UNICEF memberi dukungan teknis bekerja sama dengan instansi terkait.

Seperti Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan dalam hal pengembangan strategi pengentasan anak tidak sekolah.

Salah satunya melakukan pendataan anak tidak sekolah di empat kelurahan. Yakni, di Kelurahan Rappocini, Barombong, Tallo, dan Lembo

“Hasilnya ada 306 anak tidak sekolah (ini untuk semua tingkatan). Ini akan kita bikin strategi dan disingkronkan dengan program semua anak harus sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto merasa senang mendapatkan dukungan dari UNICEF terkait upaya penanganan anak tidak sekolah.

Apalagi masalah pendidikan menjadi konsen Danny sejak periode pertama ia memimpin. Salah satunya melalui program semua anak harus sekolah.

Karena itu, pihak Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan melakukan pendataan jumlah anak putus sekolah di 1.095 Lorong Wisata tahun ini.

“Caranya itu nanti SD bikin SMP dan SMP bikin SD. Jadi penyebab tidak sekolahnya itu harus kita tahu, semua harus diukur,” tutupnya.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Asdeksi Korda Sulselbar Berbagi Ilmu dan Pengalaman untuk Optimalisasi Kinerja DPRD

Sulsel

Pemkab Sinjai Ikuti Penilaian Interview Evaluasi SPBE

Sulsel

Untuk Pertama Kali, Wali Kota Makassar Donor Darah di Bulan Ramadan

Sulsel

Kadisperin Makassar Arlin Ariesta Ikuti Rakernas Dekranas 2024

Sulsel

Puskesmas Andalas Gelar Penyuluhan Edukasi Kesehatan Bagi Siswa MA Muallimin

Sulsel

Pemkot Makassar-Save The Children Kolaborasi Atasi Sampah Elektronik

Sulsel

Dukung Program Lorong Wisata, Camat Bontoala Inovasi GAMMARRATTARONG

Sulsel

Tinjau Bendungan Jenelata, Pj Gubernur Bahtiar Pastikan PSN di Sulsel Tanpa Hambatan