Home / Sulsel

Kamis, 12 Mei 2022 - 12:11 WIB

LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Berhasil Lolos 8 Besar Turnamen Tennis Beregu Hardiknas

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR —  Persatuan Lawn Tennis Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( PELTI – PT LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi berhasil lolos masuk 8 besar babak penyisihan Turnamen tennis beregu dalam rangka HARDIKNAS Tahun 2022 kemarin 10 Mei 2022 di Makassar.
Turnamen diikuti utusan 10 Cabang UPT Cabang Dinas pendidikan se Sulawesi Selatan, utusan Perwakilan L2Dikti Wilayah IX Sulawesi masing-masing, adalah :

1. Dr.Sattar
2. Undhing
3. Dr. Hasby
4. Dr Samsualam
5. Dr. Wahab
6. Husni
7. Mustari Bella dan utusan perwakilan UNM masing-masing 9 orang setiap regu.

Turnamen ini membagi 3 Kelompok umur yakni,kelompok Berprestasi,kelompok umur 80 minimal usia 40 tahun dan kelompok umur 110 dengan minimal usia 55 tahun.
Ketua PELTI LLDIKTI WILAYAH IX SULAWESI Ir.

Sattar.S.Pd.ST.M.Si.Ph.D.menyambut baik kemenangan yang berhasil diraih oleh timnya dan berharap kedepan akan lebih dimaksimalkan resonansi capaiannya bahkan bisa menjuarai turnamen hardiknas 2022.
Kepala UPT Diklat Kemendikbud BPPMPV KPTK Dr.Rusdi.M.Pd. mengatakan, Turnamen ini bertemakan Pemulihan bergerak untuk merdeka belajar.

Dikatakan melalui olahraga hubungan emosional spirit silaturahmi dibangun tanpa sekat sehingga persoalan struktural bisa diselesaikan secara baik.(*)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kepala Diskominfo Makassar, Muhammad Roem Dinobatkan Emerging Leader oleh Konsulat Australia

Sulsel

Hasnah Syam Buka Pelatihan Kader Posyandu dan KPM Penurunan Stunting

Sulsel

Keamanan Mudik 2022 Dapat Apresiasi Masyarakat, Kapolres Wajo: Harus Jadi Pemacu Semangat Mampu Dilakasanakan Lebih Baik

Sulsel

Pemeriksaan LKPD Tahun 2023 Diterima Bupati Asahan

Sulsel

Cari Solusi, Beni Iskandar temui Pensiunan Pegawai PDAM

Olahraga

Ismail Calon Tunggal Ketua KONI Makassar, Sudirman TMS

Sulsel

Setelah Mediasi, Warga AM. Akbar Barru Buka Blokir Jalan

Sulsel

Pemkot Makassar Tegas: Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks