Home / Advertorial

Senin, 28 Maret 2022 - 21:47 WIB

Doa Bersama Sambut Hari Jadi Wajo Ke-623, Amran Mahmud Harap Terus Lahir Generasi Qur’ani

LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar doa bersama dan tablig akbar jelang puncak peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) ke-623, Selasa (29/3/2022). Melibatkan santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren dan tahfiz, kegiatan berlangsung di Masjid Agung Ummul Qura’, Senin (28/3/2022) malam.

Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud-Amran (duo Amran), kompak hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjemaah.

Tabligh akbar dibawakan Ketua Umum Pengurus Besar Daarul Da’wah wal Irsyad (PB DDI), Syamsul Bahri. Sementara, pembacaan doa oleh Imam Masjid Agung Ummul Qura’, Abdul Waris.

Amran Mahmud saat memberikan sambutan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, urung hadir.

“Pak Gubernur menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya malam ini. Padahal, sedianya beliau akan hadir bersama kita. Tapi, berhubung ada kegiatan yang mendadak, insyaallah besok baru akan bersama kita,” ucap Amran Mahmud juga dikenal sebagai dai.

Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini berharap melalui doa bersama dan tablig akbar pada momentum HJW tahun ini, Wajo makin baik dan berkembang.

Amran Mahmud juga mengulas salah program andalannya, Gerakan Masjid Cantik atau Gemantik, yang diharapkan tidak hanya menjadikan masjid lebih elok dipandang, tetapi juga makin aktif melakukan pembinaan generasi insani.

“Semoga dengan Gemantik kita mempersiapkan masjid secara layak untuk beribadah dan pembangunan generasi qur’ani,” harapnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) ini menyebut, kini telah ada 3.581 santri dan santriwati di seluruh pondok pesantren ataupun pondok tahfiz yang tersebar di seluruh wilayah Wajo.

Kehadiran para generasi qur’ani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjut Amran Mahmud, diharapkan dapat membangun Wajo dengan segala potensinya.

“Olehnya itu, momentum Hari Jadi Wajo ini kita jadikan kebangkitan dari bencana COVID-19 yang telah menghantam kita,” ucap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo ini.

Sementara itu, Syamsul Bahri dalam tausiahnya menyebut penghafal Al-Qur’an adalah Al-Qur’an berjalan. Ia berpesan, hafiz jangan hanya menghafal teks Al-Qur’an, tetapi harus bisa mengamalkan akhlak Al-Qur’an. “Jangan hanya hafal teks Al-Qur’an, tapi amalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Setelah masuk waktu salat Isya, Syamsul Bahri menutup tablig akbarnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjemaah. (Far)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Momen HJW ke-627, Pemkab Wajo Perkuat Sinergi Dukung Program Strategis Nasional

Advertorial

Launching Dashat di Desa Lagosi, Amran Mahmud Sebut Penanganan Stunting Butuh Perhatian Semua Pihak

Advertorial

Hari Pertama Ramdhan, Bupati Wajo Kunjungi Pasar Kuliner Ramadhan

Advertorial

Wawali Fatmawati Temui Warga, Minta Warga Taat Prokes Dan Bayar Zakat

Advertorial

Hadiri Rakor Peningkatan Mutu Pendidikan, Ini Harapan Bupati Wajo

Advertorial

Kapolda Sulsel Tatap Muka dengan Bupati Wajo dan Jajarannya.

Advertorial

Lepas Pemberangkatan 470 JCH Kabupaten Wajo, Ini Pesan Amran Mahmud

Advertorial

Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Langsung Penerimaan CJH Wajo di Asrama Haji Sudiang