Home / Advertorial / Wajo

Senin, 12 Juli 2021 - 11:52 WIB

Bupati Wajo Buka Sosialisasi Desa Digital yang Digelar BPPMDDTT Makassar-UMI

LINTASCELEBES.COM WAJO — Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Makassar bekerjasama dengan Universitas Muslim Indoneaia (UMI) menggelar sosialisasi Desa Digital (Digides)l di Kabupaten Wajo.

Sosialisasi yang di buka Bupati Wajo H. Amran Mahmud dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Senin, 12 Juli 2021. Sosialisasi tersebut diikuti para Kepala Desa se Kabupaten Wajo.

Bupati Wajo H. Amran Mahmud memberikan penegasan bahwa sosialisasi Desa Digital ini sangat penting, pasalnya semua aktivitas atau roda pengelolaan desa kedepan akan menuju ke digitalisasi.

“Kedepannya semua akan terkoneksi dengan smart city. Bahkan semua pelayanan dan pembangunan akan menuju ke gitalisasi,” ucapnya.

Kalau semua desa sudah terkoneksi dengan smart City lanjut Amran Mahmud, maka dengan mudah bisa dipantau dan mengetahui apa yang menjadi kendala didesa, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Begitu juga dengan pengelolaan administrasi dan pelayanan masyarakat di desa.

“Kita berharap seluruh desa di Wajo dapat mengembangkan layanan digides sebagai upaya penigkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi pemerintahan desa,” harap orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini.

Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Makassar A. Muh. Urwah mengatakan bahwa merujuk arahan Mendes, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras bahwa desa di seluruh Indonesia harus berbasis digital untuk mewujudkan percepatan akses dalam pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, kata dia, Kemendes melaksanakan MoU anatara Kemndes dan UMI yang mana MoU ini diterjemahkan kembali pada tanggal 23 Juni 2021 melalui perjanjian kerjasama Antara Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Makassar dan pihak UMI.

“Dalam perjanjian ini ditunjuk Balai PPMDDTT untuk menjadi pelopor untuk wujudkan desa digitalisasi di pulau sulawesi termasuk di Bumi Lamaddukkelleng,” ungkapnya.

Sementara Rektor UMI diwakili Dekan Fakultas Ilmu Kumputer Ir. Purnawangsyah mengatakan bahwa sudah menyiapkan aplikasi untuk percepatan digitalisasi desa.

Sebagai dasar saat ini kata dia Kemendikbud sudah mencanangkan konsep kampus merdeka belajar. Program ini diharapkan mahasiswa bisa mandiri. Artinya tidak menghabiskan waktu di kampus tetapi bisa ditempat lain.

Selain itu, pihaknya juga melalui program kampus merdeka belajar, mengirim mahasiswa turun kedesa untuk menerapkan ilmunya. “Mahasiswa ini nantinya yang akan melakukan pendampingan didesa sampai digitalisasi desa ini terwujud,” ujarnya.(syaf)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tekan Penyebaran Covid 19, Wajo Siapkan Skenario PPKM Mikro Berbasis Kearifan Lokal

Advertorial

H. Suriadi Bohari Reses di Desa Lautang, Warga Antusias Sampaikan Aspirasi

Wajo

Kejar Kekebalan Kelompok, Wajo Siapkan Hadiah Umrah dan SIM Gratis untuk Masyarakat yang Sudah di Vaksin

Advertorial

Reses di Desa Labawang, Andi Aklam Penuhi Aspirasi Warga dengan Dana Pribadi

Wajo

Lestiaty F Nurdin: Sutera Wajo Andalan Kami dalam Pameran

Advertorial

Ciptakan Generasi Berkualitas Internasional, Pemkab Wajo Jalin Kerjasama dengan Universitas Sampoerna

Advertorial

Upacara Hari Kemerdekaan RI di Wajo, Bupati Jadi Irup, Ketua DPRD Bacakan Naskah Proklamasi

Advertorial

Meski Pandemi Covid-19, Pemkab Wajo Tetap Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan