Home / Wajo

Kamis, 25 Juni 2020 - 13:12 WIB

Tanggulangi Penyakit Tuberculosis, Ini yang Dilakukan TB Care Aisyiyah Wajo

LINTASCELEBES.COM WAJO — TB Care Aisyiyah Kabupaten Wajo kembali melakukan silaturahmi dan koordiansi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dalam rangka penanggukangan Tuberculosis (TB) di Bumi Lamaddukkelleng.

Kali ini TB Care Aisyiyah silaturahmi dan koordinasi dengan dua pemerintah kelurahan di Kecamatan Temp, yakni Kelurahan Siengkang dan Maddukkelleng di Kafe Sate Jalan Irian Sengkang Kamis, 25 Jnui 2020.

Hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya Koordinator TB Care ‘Aisyiyah Kabupaten Wajo Iskandar, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi, Lurah Siengkang M. Basri, Lurah Maddukkelleng Sabran dan Pendamping Desa Andi Muspida.

Koordinator TB Care Aisyiyah Kabupaten Wajo Iskandar mengungkapkan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Aisyiyah dalam rangka penanggulangan Tuberclosis di Wajo sehingga kegiatan koordinasi dengan pemerintah kecematan, desa dan kelurahan intens dilakukan.

Iskandar menjelaskan bahwa, yang menjadi kendala sekarang ini bahwa masyarakat tidak mau berobat kalau sudah ada tanda tanda TB, karena mereka malu dengan penyakit menular. “Mereka takut dijauhi oleh masyarakat lain kalau diketahui mengidap penyakit menular,” ungkapnya.

Makanya itu, kata dia, peran pemerintah baik itu pemerintah kecamatan samai ke pemerintah desa dan kelurahan perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan intens melakukan sosialisasi bahwa penyakit TB itu berbahaya.

“Kita harapkan pemerintah desa dan kelurahan untuk bisa bersinergi dengan membentuk kader TB dan mengannggarkan untuk sosialisasi TB ini,” harap Iskandar

Sementara Lurah Siengkang M. Basri menyampaikan, kalau kelurahan yang dipimpinnya sudah dianggarkan untuk penyakit menular, tetapi sekarang dengan adanya covid 19, sehingga anggaran dialihkan percepatan penanggulangan virus mematikan ini.

Terkait dengan pembentukan kader TB, M. Basri mengharapkan ada dasar yang bisa menjadi acuan dalam pembentukan kader TB ini. “Saya sangat mendukung dengan pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, karena melalui kader TB nantinya, sosilaisasi bahaya TB akan terus intens dilakukan dan bisa mendorong agar masyarakat tetap sehat, dengan mengetahui bahaya penyakit TB,” jelasnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan(TGPP)  Covi19 Wajo Supardi sangat mendukung langkah TB Care Aisyiyah ditengah pandemi virus corona untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dalam penanggulangan TB.

Menurut Supardi, penyakit TB saat ini masih menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia. Dan saat Indonesia khususnya Kabuoaten Wajo juga menghadapi wabah corona, virus ini justru harus lebih diwaspadai pasien TBC. Pasalnya beberapa gejala TB seperti batuk, demam, dan merasa lemas juga dialami pasien covid 19.

Laporan: Sudirman

Editor    : Kurniawan

Share :

Baca Juga

Wajo

Bantuan Yuliani Paris, Sarana Air Siap Minum di Tanasitolo Produksi 15.000 Liter Per Hari

Sulsel

Target Pertahankan Program Kampung Iklim 2022, Ini yang Dilakukan DLH Wajo

Advertorial

Kunjungi Korban Rumah Roboh di Assorajang, Bupati Wajo Instruksikan Camat dan Kades Koordinasi Instansi Terkait untuk Pengusulan Bantuan

Wajo

Teken MoU dengan UT, Bupati Wajo Instruksikan Perangkat Daerah Segera Tindak Lanjuti

Wajo

Camat Tempe Motivasi Anak Yatim Terus Sekolah Sampai Jenjang Kuliah

Wajo

Tak Hanya Sosialisasikan Operasi Zebra, Satlantas Polres Wajo Minta Siswa Patuhi Protokol Kesehatan

Wajo

Kunjungi Balita Penderita Gizi Buruk, Bupati Wajo Minta Dinkes dan RSUD Lakukan Penanganan Serius

Advertorial

Pemkab Wajo dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS Tahun 2022