LINTASCELEBES.COM WAJO — Pengurus Masjid Nur Idaroyani Dawi, Sengkang, Kabupaten Wajo, menggelar pengajian yang dihadiri pendiri Masjid Nur Idaroyani, H. Muhammad Idru, bersama sejumlah jamaah, Senin (28/9/2026).
Dalam pengajian tersebut, jamaah mendapatkan tausiah dari Ustaz Buya Dr. Aldomi Putra, S.Th.I., dosen Pascasarjana PTIKA Jakarta. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema pentingnya mengenal diri sendiri sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT.
Buya Dr. Aldomi Putra menekankan bahwa manusia hendaknya tidak hanya sibuk melihat dan menilai kesalahan orang lain, tetapi juga perlu meluangkan waktu untuk melihat dan mengevaluasi dirinya sendiri.
Menurutnya, perjalanan waktu terus berjalan. Karena itu, manusia perlu membiasakan diri melakukan introspeksi agar tidak sampai terlambat menyadari kekurangan dan kesalahan yang selama ini dilakukan.
“Janganlah kita selalu melihat kesalahan orang lain. Kita perlu melihat diri kita sendiri, seperti apa kita sebenarnya,” pesan Buya Aldomi dalam tausiah tersebut.
Ia mengingatkan, kehidupan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT. Setiap perbuatan, baik maupun buruk, akan tercatat dan menjadi bagian dari pertanggungjawaban manusia.
“CCTV Allah merekam terus tanpa ada titik koma,” ujarnya, menggambarkan bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah agar menjadikan introspeksi diri sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengenal diri sendiri, manusia diharapkan mampu menyadari kekurangan, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan amal kebaikan kepada sesama.
Dalam tausianya, Buya Aldomi juga mengingatkan sebuah peribahasa, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.”
Peribahasa tersebut menggambarkan bahwa manusia terkadang lebih mudah melihat kesalahan orang lain yang jauh, tetapi justru tidak menyadari kesalahan yang ada pada dirinya sendiri.
“Jangan sampai kita sibuk melihat kejelekan orang lain, sementara kita luput melihat kesalahan diri sendiri,” tegasnya.
Pengajian tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para jamaah untuk terus memperkuat keimanan, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta membangun kepedulian dan kebaikan terhadap sesama manusia.(r)













