LINTASCELEBES.COM BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan rangkaian program edukasi mengenai jenis dan pemilihan alat kontrasepsi yang tepat bagi Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Kegiatan yang berlangsung pada 3, 5, 6, dan 7 Agustus 2026 ini diikuti oleh 47 peserta.
Sebagai langkah promotif dan preventif, edukasi ini diintegrasikan langsung dengan layanan kesehatan Posyandu di empat lokasi, yakni Posyandu Bandeng (Dusun Cilellang Utara), Posyandu Tongkol Jaya (Dusun Cilellang Timur), Posyandu Cepa Indah (Dusun Dusung), dan Posyandu Karang Indah (Dusun Ujung).
Penanggung jawab program, Andi Tizaly Nurul Istighfari, menjelaskan bahwa edukasi dikemas interaktif menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) kelompok kecil berisi 5–10 orang. Penyampaian materi diperkuat dengan alat peraga fisik seperti percontohan IUD dan kondom, serta media poster untuk memperjelas pemahaman teknis peserta.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada pasangan usia subur bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan kontrasepsi harus disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta perencanaan keluarga melalui konsultasi bersama tenaga kesehatan,” ujar Andi Tizaly.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari stakeholder kesehatan setempat. Perwakilan BKKBN, Pak Rusli, yang hadir memberikan penjelasan menekankan pentingnya mempertimbangkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD karena memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, tentunya setelah berkonsultasi dengan nakes.
Apresiasi senada disampaikan Bidan Nurmia dari Puskesmas Palanro. Menurutnya, program edukasi yang diusung mahasiswa KKN-PK 69 Unhas sangat relevan dengan kebutuhan lapangan dan selaras dengan upaya Puskesmas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi.
Melalui sinergi bersama Posyandu, BKKBN, dan Puskesmas Palanro ini, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berharap masyarakat Desa Cilellang—khususnya Pasangan Usia Subur—dapat semakin bijak, cerdas, dan mandiri dalam menentukan metode KB yang paling aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.(r)













