Home / Pendidikan / Sulsel

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:21 WIB

Mahasiswa KKN UNHAS Edukasi Warga Sumpang Minangae Kelola Sampah Organik Melalui Metode Takakura

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah melaksanakan program kerja

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah melaksanakan program kerja "Penerapan Metode Takakura sebagai Upaya Pengurangan Sampah Organik Rumah Tangga" di RT 01/RW 02, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat (24/7/2026)

LINTASCELEBES.COM PARE-PARE –– Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pengurangan timbulan sampah organik di masyarakat, Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah melaksanakan program kerja “Penerapan Metode Takakura sebagai Upaya Pengurangan Sampah Organik Rumah Tangga” di RT 01/RW 02, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas masyarakat setempat.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui metode Takakura. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya timbulan sampah organik di Kota Parepare.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2024, komposisi sampah di Kota Parepare didominasi oleh sisa makanan yang mencapai 52,2%, sehingga diperlukan upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan pembukaan singkat, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai dampak sampah organik terhadap lingkungan dan pengenalan metode Takakura sebagai salah satu teknik pengomposan rumah tangga.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan keranjang Takakura yang dipandu oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah Kelurahan Sumpang Minangae, Yemima Melanie Surya, mahasiswa Program Studi Fisika. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Dalam penyampaian materinya, Yemima menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui langkah-langkah sederhana.

“Sampah organik merupakan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh rumah tangga. Dengan mengolahnya menggunakan metode Takakura, masyarakat dapat mengubah sisa makanan menjadi kompos, mengurangi beban tempat pembuangan akhir, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal penyampaian materi. Saat pemateri memperkenalkan metode Takakura, salah seorang warga mengaku baru pertama kali mendengar istilah tersebut dan bertanya, “Takakura itu apa, ya? Namanya seperti bahasa Jepang. Kami baru pertama kali mendengar metode ini,” ujarnya.

Pertanyaan tersebut menjadi pembuka diskusi mengenai asal-usul metode Takakura sebelum pemateri menjelaskan bahwa metode tersebut merupakan teknik pengomposan rumah tangga menggunakan keranjang dan bantuan mikroorganisme untuk mempercepat proses penguraian sampah organik tanpa menimbulkan bau menyengat.

Setelah penjelasan dan demonstrasi berlangsung, peserta semakin aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan yang digunakan, tahapan pembuatan keranjang Takakura, hingga perawatan kompos dalam penggunaan sehari-hari.

Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Sebagai media edukasi, mahasiswa KKN juga membagikan brosur yang berisi informasi mengenai dampak sampah organik, data komposisi sampah Kota Parepare berdasarkan SIPSN 2024, pengenalan metode Takakura, alat dan bahan yang diperlukan, prosedur pembuatan keranjang Takakura, jenis sampah organik yang dapat diolah, serta ciri-ciri kompos yang telah matang.

Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah berharap masyarakat Kelurahan Sumpang Minangae dapat mulai menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri dari rumah.

Penerapan metode Takakura diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana dalam mengurangi timbulan sampah organik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tarwih Pertama Ramadhan, Amran Mahmud Bawakan Ceramah di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang

Sulsel

Lantik Pejabat Baru: Siapkan Tim Tangguh Menuju Makassar Lebih Maju

Sulsel

LBH MRI : “Lawan Pinjol Ilegal”, Siap Bantu Masyarakat Secara Hukum

Sulsel

Wawali Makassar Hadiri Pengukuhan Pengurus Pusat Wija We Ummung Datu Larompong Periode 2026–2031

Sulsel

Nurul Hidayat Tekankan Pengelolaan Rumah Kost Berazaskan Norma Hukum dan Agama

Sulsel

Sinergi DJP-Pemkot Makassar, Targetkan Lompatan Penerimaan Pajak Daerah

Sulsel

Progres 45 Persen, Satgas TMMD Kodim Wajo Terus Kebut Pembangunan Fasilitas MCK

Advertorial

Tutup Bimtek Masterplan Smartcity Kabupaten Wajo, Amran Apresiasi Kementerian Kominfo RI