Home / Sulsel

Minggu, 7 Juli 2024 - 17:24 WIB

Dinkes Makassar: Kasus DBD di Kota Makassar Terjadi Penurunan di Bulan April

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Kepala Dinas Kesehatan Kota, dr. Nursaidah Sirajuddin mengatakan terjadi kenaikan kasus, pada umumnya ternyata memang di Makassar terjadi di bulan Maret tertinggi dan April turun 18 kasus cuma belum terbaru, Selasa (07/05/2024).

Dimana, lonjakan kasus DBD terjadi di bulan Maret 2024 yakni 114 kasus. Sedangkan, di bulan Januari ada 47 kasus dan Februari sebanyak 74 kasus.

Namun, data pekan ketiga di Bulan April terjadi penurunan jumlah kasus DBD yakni 18 kasus.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mencatat terjadi kenaikan kasus Demam Berdarah (DBD) di tahun 2024.

dr Ida, sapaan akrabnya, mengatakan kiat-kiat pencegahan yang dilakukan setelah adanya lonjakan kasus ini berfokus pada upaya maksimal membersihkan lingkungan sekitar.

Hal ini dilakukan, lanjut dr Ida, untuk membasmi penyebab jentik nyamuk Aedes aegypti dengan prinsip 3M yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. ” Ini yang dimaksimalkan di lapangan untuk di realisasi,” ucap dr Ida.

Sementara itu, terkait fogging, dr Ida menjelaskan fogging hanya efektif dalam mematikan nyamuk dewasa yang terbang dalam radius seratus meter, bukan sebagai solusi pencegahan DBD.

” Bukan berarti banyak nyamuk jadi harus di fogging bukan seperti itu. Pencegahannya bagaimana membunuh jentik nyamuk yang ada,” terang dr Ida.

Lebih lanjut, dr. Ida menekankan fogging sebaiknya dilakukan hanya saat ada kasus DBD untuk memutus rantai penularan, karena nyamuk Aedes aegypti.

” Ini yang banyak kesalahpahaman di masyarakat setiap banyak nyamuk harus di fogging padahal fogging dilakukan saat ada penderita untuk memutus mata rantai penularan,” ucap dr Ida.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan peran aktif dalam pengawasan jentik nyamuk menjadi sangat penting. “Kesadaran masyarakat dibutuhkan apalagi di musim pancaroba, itu yang harus dikhawatirkan,” tutupnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kajari Barru Ardi Suryanto Ngopi Bareng Wartawan dan LSM

Sulsel

Kota Makassar Raih Dua Penghargaan di CNN Indonesia Award 2025

Sulsel

Wali Kota Munafri Harap Keterlibatan Pemuda Gereja Toraja Sebagai Agen Pembangunan

Sulsel

Indira Yusuf Ismail Sebut Remaja Harus Jadi Penggerak Utama dalam Memakmurkan Masjid

Sulsel

Wali Kota Danny Pomanto Bahas Kepemimpinan Adaptif di LK-III Badko HMI Sulselbar

Advertorial

Anggota DPRD Wajo Dorong Penguatan Sinergi dengan DPR RI untuk Penegakan Hukum Daerah

Sulsel

Kunjungi Korban Terdampak Banjir di Manggala, Ketua TP PKK Kota Makassar Beri Bantuan

Sulsel

Silaturahmi Regional dan Orasi Kebangsaan, Bupati Wajo Andi Rosman Apresiasi Semangat Persatuan