Home / Sulsel

Sabtu, 12 November 2022 - 21:11 WIB

Dinkes Makassar Mulai Skrining, PAUD Jadi Sasaran Program Imunisasi Kejar

Dinkes Kota Makassar mulai melakukan skrining untuk pelaksanaan imunisasi kejar melalui sejumlah posyandu, puskesmas, hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dinkes Kota Makassar mulai melakukan skrining untuk pelaksanaan imunisasi kejar melalui sejumlah posyandu, puskesmas, hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mulai melakukan skrining untuk pelaksanaan imunisasi kejar melalui sejumlah posyandu, puskesmas, hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pengelola program imunisasi Dinkes Kota Makassar, Abdul Hafid menjelaskan bahwa skrining imunisasi kejar ialah memperoleh informasi terkait lengkap atau tidak lengkapnya imunisasi anak dari para orang tua, termasuk orang tua murid di 10 PAUD Kota Makassar sebagai sasaran program Imunisasi Kejar.

“Kami sudah masuk tahap skrining, mulai 12 November ini untuk pelayanan skrining, dan awal Desember mulai penyuntikan,” ujarnya, Sabtu (12/11/2022).

Ia menyebutkan 10 PAUD yang menjadi sasaran program, yaitu Paud Masagena, Rappocini, TK Pertiwi Setda Sulawesi Selatan, TPA inang matutu Rappocini, TK Rahma Rappocini, TK Kartika XX-11 Sulsel, TK Dua Putra Biringkanaya, TK Rama Panakkukang, TK Handayani Pai, TK Bhayangkari 01 Ujung Pandang, dan TK Aisyiyah Mamajang.

“Kami akan meminta data-data status imunisasi yang bisa dibuktikan melalui buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Kalau di posyandu, orang tua juga harus menyiapkan buku KIA atau apa saja sebagai bukti imunisasi telah dilakukan,” ujar Hafid.

Rencana penguatan imunisasi pada anak usia PAUD di Makassar ini, kata dia, didukung kuat oleh UNICEF melalui Yayasan Gaya Celebes (YGC) Makassar.

Kepala Dinkes Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan bahwa cakupan imunisasi Kota Makassar yang telah melebih target Nasional sebesar 96,36 persen (280.188 anak) yang telah diimunisasi campak dan rubella pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Hal ini tidak terlepas dari kontribusi semua pihak.

“Ini berkat korim, guru PAUD, koordinator posyandu, UNICEF, dan YGC. Terima kasih untuk kerja kerasnya,” ucap Nursaidah.

Lebih lanjut Nursaidah menjelaskan saat ini muncul kembali PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi), yang sebelumnya telah berhasil ditekan (re-emerging diseases) maupun penyakit menular baru (new re-emerging diseases).

“Agar masalah dapat diminimalisasi, perlu koordinasi pelaksanaan program imunisasi pada anak usia dini,” tutupnya.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Andi Sudirman Lantik Kepala Sekolah Pertimbangkan Rentang Jarak Sekolah dengan Tempat Tinggal

Sulsel

Pemkot Makassar Perkuat Implementasi SAKIP, Wali Kota Minta Komitmen dan Konsistensi Kinerja

Sulsel

Silaturahmi Prof Zudan di Masjid 99 Kubah, Salat Jumat Perdana dan Ini Pesannya

Sulsel

Pulau Jadi Prioritas, Pemkot Makassar Gandeng Unhas Susun Kebijakan Adaptif

Sulsel

Di Hadapan Peserta Rakor Gakkum LHK, Danny Sampaikan Program Siswa Wajib Tanam Pohon

Sulsel

Aliyah Mustika Ilham Dorong Perempuan Hebat Menuju Indonesia Emas 2045

Sulsel

Gelar Konferensi Pers, PDAM Makassar Fokus Pembenahan Pelayanan Air Bersih di Wilayah Timur dan Utara

Sulsel

Danny Pomanto Galakkan Kreativitas Makassar sebagai Kota Festival Tepian Air, Kota Makan Enak dan Festival Pisang