Home / Wajo

Kamis, 25 Agustus 2022 - 11:54 WIB

Danny Pomanto Penuhi Undangan PMTI dan BPS di Tana Toraja

Wali Kota Makassar,  Danny Pomanto memenuhi undangan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Persatuan Gereja Toraja Badan Pekerja Sinode (BPS) Tongkonan Sangngulele di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Rabu malam (24/08/2022).

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto memenuhi undangan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Persatuan Gereja Toraja Badan Pekerja Sinode (BPS) Tongkonan Sangngulele di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Rabu malam (24/08/2022).

LINTASCELEBES.COM TORUT — Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memenuhi undangan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Persatuan Gereja Toraja Badan Pekerja Sinode (BPS) Tongkonan Sangngulele di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Rabu malam (24/08/2022).

Pdt. Musa Sikombong mengatakan pihaknya mengapresiasi kepemimpinan Danny Pomanto yang senantiasa menjaga kerukunan antar suku dan umat beragama di Kota Makassar.

Hal yang paling berkesan bagi BPS yakni ketika pihaknya berkesempatan untuk beribadah di kediaman pribadi Danny Pomanto di Jalan Amirullah, Makassar.

“Beribadah di Kantor Wali Kota, di Balai Kota, itu biasa kan milik pemerintah. Tapi yang luar biasa di rumah pribadi Pak Wali Kota, sederhana tapi sangat berkesan bagi kami. Terima kasih sekali lagi Pak Wali,” ungkap Pdr. Musa Kombong.

“Tongkonan Sangngulele ini artinya rumah kekerabatan untuk semua. Terbuka untuk siapa saja, termasuk yang mencintai yang dicintai orang Toraja. Pak Danny adalah salah satunya,” sambungnya.

Sementara itu, Danny Pomanto juga menyampaikan apresiasi kepada warga Toraja dan jemaat Gereja Toraja yang mendukung visinya untuk menciptakan Makassar sebagai Kota Dunia yang Nyaman untuk Semua.

“Selalu ada yang kurang kalau kita tidak jumpa bapak pendeta atau teman Toraja. Ada rasa-rasa rindu kalau lama tidak ke Tana Toraja,” kata Danny Pomanto

“Saya berterima kasih kepada kita semua, karena dengan keterlibatan warga Makassar yang heterogen, banyak suku dan banyak agama sehingga Makassar kita desain inklusif supaya nyaman untuk semua,” ujar Danny Pomanto melanjutkan.

Dia pun mengenang masa kecilnya, seorang yang lahir dan besar di lorong dengan lingkungan yang heterogen. Pendidikan dari lingkungan beragam ini turut membentuk pandangan Danny tentang toleransi.

” Saya ini lahir dan besar di lorong sempit, banyak tetangga saya berasal dari berbagai suku dan agama yang turut memberikan pendidikan lingkungan yang mengajarkan toleransi yang besar,” kenangnya.

Hadir pula dalam pertemuan ini, Ketua DPRD Kota Makassar Rudyanto Lallo, Anggota DPRD Makassar Mario David, serta sejumlah pejabat lingkup Pemkot Makassar.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Angka Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah, Satgas Terus Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Wajo

Turun Cek Perkembangan Pembangunan di Lokasi TMMD, Dandim 1406/Wajo Semangati Personil dan Warga

Sulsel

Sekda Abustan Buka Bimtek Pilkades Serentak 2022

Wajo

Konflik Lahan Passelloreng: KPH Daraga Mengadu ke DPRD Wajo Terkait Klaim Kawasan Hutan

Wajo

Rehabilitasi Rumah Adat Atakkae, Bupati Wajo Sampaikan Terima Kasih ke AIA dan Kementerian PUPR

Wajo

Buang Sampah Sembarangan di Kawasan Pasar Sentral Sengkang Akan Sanksi

Sulsel

Serah Terima Jabatan, Lima Perwira Polres Gowa Resmi Berganti

Wajo

Disperkim Makassar Bakal Gelar Serah Terima Aset dari Pengembang ke Pemkot Makassar