LINTASCELEBES.COM WAJO – Tepat satu tahun perjalanan kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wajo periode 2025-2030, Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin (AR-DBR), membawa angin segar bagi pembangunan daerah. Fokus pada penguatan infrastruktur dan stimulasi ekonomi kerakyatan menjadi catatan utama dalam refleksi satu tahun masa bakti keduanya.
Peringatan satu tahun kepemimpinan ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui dzikir bersama dan tausiah menjelang buka puasa yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Veteran, Jumat (20/02/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD Wajo, Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan, Kepala Kantor Kemenag, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Tokoh masyarakat, agama, dan pemuda juga tampak memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan rasa syukur atas capaian setahun terakhir. Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih merupakan buah dari kerja keras kolektif.
”Alhamdulillah, hari ini tepat satu tahun kami memimpin Kabupaten Wajo. Momen ini kita rangkaikan dengan dzikir dan doa bersama, berharap senantiasa mendapatkan rida dan rahmat Allah SWT,” ujar Andi Rosman.
Dia juga mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Kami berkomitmen untuk tetap berusaha maksimal. Mari saling merangkul demi merealisasikan visi-misi Wajo yang lebih maju,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin (DBR) menjadikan momentum ini sebagai wadah refleksi diri. “Kami menggunakan waktu ini untuk memperbaiki apa yang masih kurang. Mohon doa agar kami berdua terus diberi kesehatan dan kelancaran dalam memimpin daerah kita tercinta,” ungkap DBR.
Selama 12 bulan terakhir, duet AR-DBR langsung tancap gas dalam membenahi aksesibilitas wilayah. Tercatat sebanyak 28 ruas jalan kabupaten dan 5 ruas jalan provinsi telah mendapatkan penanganan serius melalui skema rekonstruksi dan rehabilitasi.
Beberapa proyek strategis yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat antara lain:, Rekonstruksi Jalan: Ruas Bonto Use (Tanasitolo), Kelurahan Siwa (Pitumpanua), jalan rabat beton Ongkoe-Belawa, Simpellu, serta jalur Bulete-Belawae., Teknologi Beton K.350: Diterapkan pada ruas Tobarakka-Leworeng, Ujung Kessi-Cenrane, hingga ruas Penrang Riase. Jembatan & Drainase: Rehabilitasi jembatan gantung di Tadangpalie, Cellue Takkallala, Wage, serta Jembatan Paddupa di Kecamatan Tempe. Tak ketinggalan, pembenahan sistem drainase dalam Kota Sengkang guna meminimalisir risiko genangan.
Sektor ekonomi juga menunjukkan tren positif. Wajo tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berhasil memposisikan diri sebagai tuan rumah ajang bergengsi. Salah satu pencapaian prestisius adalah suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan Internasional ke-1 pada Oktober 2025 lalu.
Kegiatan berskala besar ini terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi, sekaligus mempertegas identitas Wajo sebagai Kota Santri di kancah global.
Dengan fondasi kuat yang telah diletakkan dalam setahun pertama, pasangan Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin optimis dapat membawa Kabupaten Wajo menuju kemajuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.(r/Adv)











