Home / Sulsel

Kamis, 12 Juni 2025 - 10:26 WIB

Mencegah dan Menanggulangi Perkawinan Anak, YASMIB-UNICEF Gelar Pelatihan Bagi Tenaga PPS dan UPTD PPA Tentang Layanan Komprehensif dan Standar

Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi didukung UNICEF melalui program BERANI II menggelar Pelatihan Bagi Tenaga Pelayanan Sosial (PSS) dan UPTD PPA di Sallo Hotel Sengkang selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/06/2025)

Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi didukung UNICEF melalui program BERANI II menggelar Pelatihan Bagi Tenaga Pelayanan Sosial (PSS) dan UPTD PPA di Sallo Hotel Sengkang selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/06/2025)

LINTASCELEBES.COM WAJO — Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi didukung UNICEF melalui program BERANI II menggelar Pelatihan Bagi Tenaga Pelayanan Sosial (PSS) dan UPTD PPA di Sallo Hotel Sengkang selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/06/2025). Kegiatan ini dibuka kepala Dinas Dinas Sosial P2KBP3A Kabupaten Wajo H. Ahmad Jahran SP, M.Si.

Pelatihan tentang Layanan Komprehensif dan standar untuk mencegah dan menanggulangi perkawinan anak, khususnya bagi anak perempuan yang sudah menikah ini dalam rangka memberikan penguatan melalui bantuan teknis dan pengembangan kapasitas bagi lembaga layanan untuk pencegahan dan penanganan perkawinan anak di Kabupaten Wajo.

Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, Rosniaty Panguriseng mengatakan, pelatihan ini untuk memberikan penguatan melalui bantuan teknis dan pengembangan kapasitas bagi lembaga layanan untuk pencegahan dan penanganan perkawinan anak di khususnya di Wajo.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini, petugas layanan memiliki kapasitas dalam mengelola dan memberikan layanan terkait PPA dan rencana tindak lanjut peserta pelatihan untuk keberlanjutan pelayanan PPA dibawah koordinasi UPTD PPA,” harapnya.

Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, Rosniaty Panguriseng memberikan pemaparan pada Pelatihan Bagi Tenaga PSS dan UPTD PPA di Sallo Hotel Sengkang

Rosniaty Panguriseng menyebutkan, kalau kasus perkawinan anak di Wajo menurun di tahun 2024 dibanding tahun 2023. Dari 64 kasus di tahun 2023 menjadi 54 kasus di tahun 2024.

Meskipun demikian kata Rosniaty Panguriseng, upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak melalui layanan yang lebih baik sangat penting dipersiapkan dan dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Ini merupakan bentuk komitmen untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui bahwa, dalam pelatiahan ini juga digelar diskusi terkait dengan alur layanan dan pemantauan pasca perkawinan anak.(Wan)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pj Gubernur Bahtiar Tinjau Stasiun Pasang Surut Air Laut Pendeteksi Dini Tsunami

Advertorial

Bupati Wajo: Jadikan Wadah Korpri Sebagai Tempat Aspirasi dan Berinovasi

Sulsel

Gubernur dan Kapolda Sulsel Sebut Pelaksaan Malam Pergantian Tahun 2022/2023 Berjalan Kondusif dan Tertib

Sulsel

Buka Rakor TPPS, Wabup Targetkan Stunting Gowa Segera Capai Angka 13 Persen

Sulsel

Berjuang Melawan Sakit, Wartawan Senior Bakri Remmang Harapkan Doa Untuk Kesembuhannya

Sulsel

30 Wali Kota dan Tujuh Negara Bakal Hadir di Rakernis APEKSI 2022 & Makassar Investment Forum

Sulsel

Suardi Saleh Pimpin Upacara Senin

Sulsel

Berhasil Tingkatkan Kinerja, Dirut PDAM Beni Iskandar Sabet Penghargaan Top CEO BUMD